BKAD Gunakan Sistem Digital Inventarisasi Aset Daerah

0 210

Heibogor.com – Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor, akan menggunakan sistem digitalisasi untuk menginventarisasi aset-aset daerah yang ada. Program digitalisasi aset daerah tersebut ditargetkan rampung pada 2022 mendatang. Saat ini, program tersebut masih dalam tahap input data Barang Milik Daerah (BMD) dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala BKAD Kota Bogor, Denny Mulyadi mengatakan, dalam sistem manajemen aset daerah (Simasda), BMD nantinya menggunakan barcode yang bisa dicek secara online oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) bahkan masyarakat Kota Bogor.

Dikatakan Denny, masalah aset ini menjadi masalah kabupaten dan kota di Indonesia. Untuk Pemerintah Kota Bogor, pihaknya berinovasi untuk menyelesaikan atau menginventarisasi aset-aset yang ada melalui digitalisasi aset daerah.

“Kami dari BKAD sampai saat ini alhamdulillah sudah membangun alat kerja secara digital untuk aset, jadi tinggal update atau input update data,” ungkap Denny kepada wartawan di ruang Pokwan DPRD Kota Bogor pada Rabu (1/9/21) sore.

Denny melanjutkan, penyelesaian masalah aset bukan untuk bidang aset saja tapi harus dibantu seluruh OPD yang selaku penggunaanya. Karena itu, instansinya menyediakan alat kerja untuk membantu menginventarisasi aset, sehingga bisa disajikan dan diinformasikan secara tepat serta cepat.

“Ya, jadi bukan masalah BKAD, tapi seluruh masalah OPD di Pemkot Bogor. Untuk itu kami mencoba membangun alat kerja digital yang namanya Simasda, mudah-mudahan tahun ini sudah 80 persen hingga 90 persen sistem ini,” tambah Denny yang didampingi Sekretaris BKAD Evandy Dahni.

Ia juga menjelaskan, dengan sistem digitalisasi ini tidak ada lagi sekat waktu. Jika laporan harus menunggu tandatangan atau misalkan input ketik dari masing-masing pengurus barang.

“Jadi nanti dengan aplikasi ini pengurus barang bisa nginput ke aplikasi itu, sehingga data itu bisa tersampaikan langsung,” tuturnya.

Denny memaparkan, saat ini inventarisasi aset masih dalam proses di masing-masing OPD. “Memang belum terinformasi dengan baik, yang ideal updating data per bulan 10 persen hingga 20 persen. Karena itu saya minta kepada pengurus barang betul-betul konsen dan fokus sehingga updating data terselesaikan,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.