ASI Masih Jadi Antibodi Utama Bayi Meski Ibu Terpapar Covid-19

Vaksinasi bagi Busui Dijamin Aman

0 128

Heibogor.com – Menyusui dan memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif tetap harus diprioritaskan meski di tengah pandemi Corona Viruses Disease 2019 (Covid-19).

Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan dan Pelayanan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Deasy Triwahyuni memberikan kiat aman menyusui selama pandemi. Dia menyebutkan, kondisi pandemi Covid-19 dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak lantas menjadi penghalang atau penghambat seorang ibu untuk tetap memberikan ASI kepada buah hatinya.

“Justru ASI sangat baik untuk meningkatkan imunitas anak. Walaupun dengan pembatasan aktivitas sehingga banyak pasokan bahan makanan yang berkurang di pasaran, tetapi ibu dapat memanfaatkan bahan-bahan pangan yang ada di sekitarnya,” ucap dr. Deasy saat dihubungi heibogor.com, Kamis (26/8/21).

Dia menuturkan, karena untuk meningkatkan produksi ASI tidak harus dengan makanan yang mewah saja, namun banyak bahan pangan di sekitar kita yang murah tetapi bernilai gizi tinggi sehingga dapat meningkatkan produksi ASI. Kemudian, sambungnya, di masa pandemi baik ibu maupun buah hati wajib mendapatkan asupan gizi seimbang 4 sehat 5 sempurna.

Lalu, bagaimana dengan ibu menyusui yang terpapar atau terkonfirmasi Covid-19? dr. Deasy menuturkan jika seorang ibu yang terpapar Covid-19 tetap dapat menyusui buah hatinya, karena Covid-19 merupakan penyakit virus yang tidak ada transmisi lewat ASI.

“Penularan Covid-19 dari ibu ke anak bukan melalui cairan ASI, di mana penularan virus ini menular lewat droplet atau percikan air liur, sehingga sangat penting pada saat menyusui harus mematuhi protokol kesehatan dengan mencuci tangan terlebih dahulu dan tetap memakai masker. Dapat juga dengan pemberian ASI perah, di mana ASI di perah kemudian diberikan pada anak dan saat memerah protokol kesehatan tetap harus dijaga, cuci tangan sebelum memerah, tetap memakai masker, serta pastikan botol bersih,” jelasnya.

Apalagi, kata dia, pemberian ASI sangat penting dengan masalah stunting dan sosialisasi kegiatan yang selama ini telah dilakukan terkait tentang pentingnya pemberian ASI antara lain: melakukan sosialisasi tentang ASI melalui media baik radio, Instagram, Facebook. Kemudian sosialisasi pada calon pengantin yang salah satu materinya tentang pentingnya pemberian ASI pada calon buah hati mereka kelak.

Selanjutnya, membuka layanan konseling pada ibu hamil di puskesmas. Adanya kelas ibu hamil di wilayah yang salah satu materi pembelajarannya tentang pemberian ASI dan adanya kelas ASI di wilayah. Bahkan dia menambahkan, pemberian ASI eksklusif setelah bayi berusia di atas 6 bulan memerlukan makanan tambahan namun ASI bisa tetap diberikan hingga buah hati berusia 2 tahun.

Ditanya soal bagaimana dengan vaksinasi bagi ibu menyusui dia menjawab jika vaksinasi Covid-19 aman bagi ibu menyusui dan sudah dinyatakan aman melalui surat edaran Kemenkes RI tentang pelaksanaan vaksin covid 19 no HK.02.02/11/368/2021. “Secara biologis dan klinis menyusui tidak menimbulkan risiko bagi bayi dan anak, justru antibodi yang dimiliki ibu setelah vaksin dapat melindungi bayi melalui ASI,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.