Keren! Teddy Arte Ukir Torehan Kemenangan Greysia Polii-Apriyani Rahayu di Daun Kering

0 162

Heibogor.com – Keberhasilan pebulutangkis ganda putri Indonesia, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu yang meraih medali emas di laga final Olimpiade Tokyo 2020 pada Senin (2/8/21) lalu mengetuk sentuhan tangan seniman lukis asal Bogor, Teddy Arte untuk mengabadikan momen bersejarah tersebut dalam salah satu karya seninya.

Moment Greysia dan Apriyani menunjukkan medali emas sambil memegang karangan bunga oleh Teddy dituangkan dalam sebuah lukisan yang ia bubuhkan di atas daun kering memanfaatkan sampah organik yang terbuang menjadi karya seni.

Menurut Teddy, cabang bulutangkis merupakan cabang olahraga (cabor) unggulan Indonesia yang menonjol di setiap event olahraga di kancah dunia. Dari itu, melalui lukisan ini, Teddy ingin memberikan apresiasi atas rasa kebanggaannya terhadap atlet Indonesia yang berhasil meraih prestasi di kancah olahraga tingkat dunia.

Teddy ingin memberikan apresiasi atas rasa kebanggaannya terhadap atlit Indonesia yang berhasil meraih prestasi di kancah olahraga tingkat dunia. Andi/heibogor.com

Hanya butuh waktu dua hari untuk Teddy menyelesaikan lukisan Greysia dan Apriyani di daun kering berjenis karet kuning yang biasa ia gunakan sebagai pengganti kertas dan kanvas. Lukisan itu, ia buat disela waktu luang di tengah sepinya kegiatan seni dan banyaknya acara pameran yang dibatalkan karena terdampak pandemi Covid-19.

“Saya memang biasa membuat lukisan potret wajah. Walaupun ini bukan pesanan, ini saya buat sebagai bentuk kebanggaan terhadap atlet yang telah mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Insya Allah jika saya dapat alamatnya akan saya kirimkan kepada yang bersangkutan sebagai cinderamata dari seniman Bogor,” kata Teddy yang dikenal sebagai seniman lukis di daun kering,saat ditemui di kediamannya kawasan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Kamis (5/8/21).

Pemilik nama asli Tedi Asmara ini mengungkapkan, adanya pandemi Covid-19 berdampak pada turunnya pesanan dan banyaknya sejumlah acara pameran yang dibatalkan. Meski demikian, ia tetap produktif berkarya meskipun permintaan pesanan lukisan tidak seramai di masa sebelum pandemi.

Diketahui, keunikan lukisan yang dibuat Teddy yakni pemanfaatan daun kering sebagai media lukisnya. Daun yang digunakan tak hanya berukuran besar tapi juga di daun berukuran kecil. Daun yang dipakai adalah daun karet kuning dan daun awar-awar yang sudah kering alami dan menjadi coklat. Selain memakai cat minyak, ia juga memakai kopi bubuk untuk menghasilkan lukisan monochrome dan retro

Ia mengungkapkan, sebelum ada Corona, dalam sebulan ia bisa mengerjakan orderan sebanyak 5 sampai 6 lukisan. Sedangkan sekarang dalam sebulan hanya mengerjakan 2-3 pesanan saja. “Saya sempat pesimis di tengah kondisi sekarang ini. Memang sih karya lukis inikan bukanlah kebutuhan primer yang selalu dicari orang. Tapi alhamdulillah masih ada orang yang memesan untuk souvenir dan cinderamata,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pria penyuka topi kodok ini juga ingin karya seni miliknya menjadi sarana untuk tetap ingat bahwa ini dibuat di masa pandemi Covid-19. “Lukisan yang saya buat terakhir itu pesanan orang Sulawesi Selatan dan setiap paket lukisan yang saya kirim, saya sertakan juga pembersih tangan (hand sanitizer). Maksud tujuannya agar tetap menjaga kebersihan, tetap sehat dan aman,” tambahnya.

Teddy mulai mengembangkan seni lukis di atas daun kering ini sejak tahun 2016. Mayoritas lukisan yang dipesan adalah potret wajah dengan lama pembuatan sekitar seminggu. Satu karya lukisannya ia banderol mulai dari Rp1 juta hingga Rp3 juta.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.