Pesona Curug Lontar, Primadona Wisata Air Terjun di Leuwiliang

0 331

Heibogor.com – Bogor memiliki banyak wisata curug yang mempesona. Keindahan curug-curug di Bogor, menjadi incaran wisatawan untuk berkunjung. Salah satu curug yang jadi incaran wisatawan adalah Curug Lontar atau Cilontar yang terletak di daerah Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Berada di Desa Kracak, Karyasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor ini Curug Lontar memang sangat mempesona bagi siapapun yang datang melihatnya. Alam yang masih asri dan jauh dari hiruk pikuk lalu lalang kendaraan dan kebisingan kota menjadi salah satu destinasi pilihan untuk melepas penat sejenak dari aktivitas.

Untuk datang ke sini, Anda bisa menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua. Jaraknya sejauh kurang lebih 7 Km setelah melewati Jembatan Sungai Cianten, dilanjutkan menuju Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) unit Kracak.

Berada di Desa Kracak, Karyasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor ini Curug Lontar memang sangat mempesona bagi siapapun yang datang melihatnya. Yoga/heibogor.com

Jika menggunakan kendaraan umum dari Stasiun Bogor, bisa menggunakan angkot 02 atau 03 ke arah jurusan Bubulak. Kemudian disambung naik angkot 05 Jasinga-Leuwiliang, lalu berhenti di pertigaan Kracak dilanjut naik angkot 57 Kracak-Puraseda. Jika bingung, bisa meminta petunjuk kepada warga sekitar. Pada umumnya mereka tahu persis, terlebih jika mendengar nama PLTA unit Kracak.

Biaya masuk ke curug ini, hanya Rp15 ribu saja per orang. Sedangkan tarif parkirnya Rp5 ribu. Pengelola Curug Lontar, Asep Supendi mengatakan, keunikan dari Curug Lontar yakni memiliki kubangan kurang lebih seluas 7.000 meter persegi dengan kedalaman sekitar 26 meter. Tinggi curug sekitar 35 meter dan memiliki debit air yang cukup deras.

Air Curug Lontar sendiri merupakan bagian dari sungai Cianten yang berasal dari pegunungan Halimun-Salak. Aliran air ini pun dimanfaatkan sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Kracak, dan ini sudah dimanfaatkan sejak zaman Belanda.

“Untuk yang ingin berenang di sini kami menyewakan ban pelampung dan perahu karet karena kedalaman curug ini sekitar 26 meter. Untuk biaya sewanya Rp10 ribu untuk satu ban dan satu perahu karet,” jelas Asep belum lama ini.

Masih kata Asep, jalan menuju Curug Lontar lumayan sulit. Dari itu, pengunjung yang hendak liburan ke sini bisa meminta bantuan warga sekitar. “Jalannya setapak, licin dan curam. Makanya harus hati-hati. Tapi di situlah keseruannya wisata ke curug,” ucapnya.

Asep menambahkan, di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini, tentu sangat berpengaruh pada tingkat kunjungan wisatawan. Yang awalnya setiap hari ada pengunjung yang datang sekarang berkurang. “Sementara waktu curug ini kami tutup untuk mematuhi peraturan PPKM. Semoga setelah masa PPKM ini berakhir Curug Lontar bisa dibuka kembali,” harapnya.

(Yoga/Mg)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.