Tenaga Kesehatan Kelelahan Mudah Terpapar Covid-19, Selama PPKM Belum Ada Penurunan Kasus Positif

0 83

Heibogor.com – Berdasarkan data yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, belum menunjukkan adanya penurunan kasus positif selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat ini.

Retno mengungkapkan, selama pelaksanaan PPKM Darurat peningkatan kasus mencapai 29 ribu. Dengan data tambahan berupa saat ini sedang krisis tenaga kesehatan (nakes), karena ada sekitar 400 nakes sedang isolasi mandiri (isoman). “Nakes kelelahan jadi imun turun mudah terpapar. Dengan peningkatan kasus, isoman yang jadi tanggungjawab puskesmas untuk memantau, kolaborasi denga Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) lewat telemedicine. Ini salah satu upaya kita,” ujar Retno.

Sedangkan, Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir memaparkan bahwa saat ini RSUD akan dikonversi perlahan. Sebab ruang Isolasi untuk dewasa penuh. Tak hanya itu, RSUD Kota Bogor juga terkendala ketersediaan oksigen terlebih dalam hal pengisian.

“Pasien yang datang ke RSUD saturasi sudah 70 persen, sudah berat. Bahkan di ICU sendiri daftar tunggu sudah 31 antrean. Dengan adanya RS lapangan dikira dapat backup Intesive Care Unit (ICU), ternyata masalahnya di oksigen juga terbatas. Lebih baik akan kami tangani semampu kita,” kata dia.

Untuk pasokan oksigen, sambung Ilham, ada 4 strategi yakni pipanisasi memakai oksigen sentral, maksimalisasi generator oksigen, dari kemenkes dan bantuan provinsi (banprov), serta memperbanyak tabung 6 kubik dan pengawasan efisiensi oksigen. Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti menyoroti kesiapan Kota Bogor dalam menangani pasien Covid-19 yang belum terlayani dan insentif tenaga kesehatan, mengatakan, perlu adanya penambahan kembali ketersediaan tempat tidur untuk ruang Instalagi Gawat Darurat (IGD) serta ICU.

“Kita bisa memaksimalkan puskesmas yang ada dengan memberikan konsentrator oksigen di setiap puskesmas yang nantinya akan digunakan oleh warga yang isoman. Bayangkan saja saat ini masih ada 7000 warga yang melakukan isoman,” ujar Endah dalam rapat Komisi IV DPRD Kota Bogor dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor melalui zoom meeting, Rabu (21/7/21).

Lebih lanjut, Endah pun mengungkapkan  RSUD Kota Bogor menyatakan diri siap untuk dijadikan rumah sakit penanganan Covid-19 secara keseluruhan. Hal ini berdasarkan instruksi presiden di mana di setiap kota atau kabupaten perlu memiliki rumah sakit yang khusus menangani Covid-19. “Jadi, RSUD tadi menyatakan diri siap untuk menjadi RS yang menangani Covid-19 secara penuh dan kami dukung ini,” ujar Endah.

Tak hanya itu, Endah juga turut menyoroti terkait insentif nakes yang diperkirakan untuk bulan januari dan februari akan cair dalam waktu dekat ini. Ia pun mengaku akan mendorong pelaksanaan refocusing anggaran yang akan difokuskan untuk insentif nakes, mempersiapkan puskesmas untuk melayani Covid-19 secara maksimal dan kebutuhan lainnya. “Perlu terus disuport perjuangan para nakes semua. Refokusing anggaran untuk percepatan penanggulangan Covid-19 serta komunikasi dengan anggota DPR RI untuk support,” tegasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.