Cerita Lain Relawan Pemakaman Jenazah Covid-19, Ada Nilai yang Tak Bisa Dibayar Jadi Tabungan Amal di Hari Akhir

Panggilan Hati Nurani Tak Hanya Materi

0 111

Heibogor.com – Bekerja di bagian pemulasaraan dan pemakaman jenazah Covid-19 bukanlah pekerjaan yang mudah. Terlebih di masa pandemi Covid-19 yang saat ini sudah masuk tahap darurat. Ada banyak risiko yang harus dihadapi.

Koordinator Tim Pemulasaran dan Pemakaman Jenazah Covid-19, Rino Indira Gusniawan menuturkan, tentu ada suka dan duka sebagai tim relawan.

Menurut Rino, sukanya lebih banyak karena banyak melakukan hal kemanusiaan dan menolong untuk orang lain. Untuk duka paling pada momen-momen tertentu, di mana tim relawan merasa trenyuh ketika jenazah yang diurus adalah anak-anak dan ibu hamil, karena mengingat keluarga yang sedang berada di rumah masing-masing. Tapi kembali lagi, pada dasarnya relawan adalah sebuah panggilan hati sesuai dengan hati nurani, sehingga mendapatkan kepuasan batin yang melebihi dari kepuasan materi.

“Kita sebagai relawan akan terus semangat melakukan misi kemanusiaan, sampai batas kemampuan yang ada. Harapannya, tim ini akan ada di masa tidak melakukan apa-apa (melakukan pemulasaran dan memakamkan jenazah, red), karena asumsinya semua sudah aman, kemudian kasus covid di Kota Bogor ini bisa terkendali,” ucap Rino yang juga Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

Rino bercerita, saat ditunjuk sebagai koordinator yang tugasnya bertanggungjawab atas pemulasaran serta pemakaman jenazah pasien Covid-19, tak ada keraguan atau ketakutan sedikit pun, sehingga ia mau menerima amanah tersebut.

“Sempat terpikirkan jika bergelut nanti sebagai relawan di bidang itu, takut melihat jenazah. Takut terpapar virus dan takut dengan hal lainnya. Namun, adanya kekuatan dari dalam diri untuk membantu sesama manusia sangat besar, sehingga rasa takut itu luntur dengan sendirinya. Terlebih kita juga melakukan tugas sesuai standar operational procedure (SOP) yang ada, sehingga bisa mengurangi rksiko terpapar virus tersebut,” ungkapnya.

Rino menekankan, ada poin penting yang bisa dipetik selama menjadi relawan. Salah satunya adalah senang serta lega di mana hal tersebut tak bisa diucapkan dengan kata-kata terutama setelah memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan layanannya.

“Meski relawan ini harus siaga selama 24 jam. Kemudian melakukan pemakaman saat waktu sudah dini hari. Namun, semua itu tidak menjadi sebuah beban, terutama setelah kita tahu bahwa kita telah membantu sesama umat manusia tanpa memandang suku, agama dan lainnya,” kata Rino.

Di sisi lain, sambung Rino, sinergitas atau kolaboritas dengan elemen lain, sangat terasa dan berjalan dengan baik. Relawan yang ada, dibantu juga dengan jajaran dari Pemkot Bogor, Polri, TNI, lembaga agama, mahasiswa dan unsur lain.

“Semua bekerjasama dan menjalankan tugasnya dengan maksimal. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak terkait yang sudah membantu tugas dari relawan ini,” ucap dia.

Rino menambahkan, untuk teman-teman relawan harus tetap semangat dalam menjalani kegiatan kemanusiaan ini. “Semoga lelah kita menjadi lillah dan kita harus meyakini juga bahwa kegiatan ini, adalah sebuah tabungan untuk hari akhir yang tidak berbentuk materi,” ungkapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.