Penjualan Furniture Lesu Ibrahim Banting Setir Jual Peti Jenazah

0 148

Heibogor.com – Permintaan peti jenazah untuk pasien meninggal karena Covid-19 terus meningkat. Peluang penyediaan peti jenazah tersebut dimanfaatkan oleh seorang pengusaha mebel di daerah Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, untuk memproduksi peti jenazah di tengah lesunya penjualan mebel atau furniture di masa pandemi ini.

Sang pemilik usaha, Ibrahim menuturkan, selama pandemi ini, penjualan mebel di tempatnya mengalami penurunan dibanding sebelum pandemi. Dari itu, ia beralih membuat peti jenazah khusus Covid-19 agar usahanya tetap berjalan. Meski beralih, bisnis utamanya sebagai penjual mebel tetap ia teruskan.

“Jadi, saya dapat info dari kakak yang kebetulan berprofesi sebagai tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit yang mengatakan ketersediaan peti jenazah di rumah sakit saat ini sangat minim. Jadi, baru berjalan sekitar dua pekan ini saya membuat peti jenazah untuk memenuhi permintaan rumah sakit,” ungkapnya saat ditemui saat mengerjakan salah satu pesanan, Selasa (13/7/21).

Pemilik usaha SBR Funiture yang berlokasi di Jalan Nurkim, RW.12, Kampung Cibogel, Desa Kota Batu, ini mengatakan, pertama itu, ia mendapat pesanan peti dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong sebanyak 15 peti. Sekarang ini, ia mengirim 10-15 peti per hari untuk RSUD Cibinong.

Selain itu, pernah juga ada permintaan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor. Sedangkan untuk di Kota Bogor, jumlahnya tentatif tergantung permintaan satgas penanganan Covid-19 Kota Bogor. Sementara ini, baru 40 peti yang dipesan dan sudah dikirim.

“Material yang digunakan sesuai standar yaitu menggunakan multiplex, kayu solid dan bagian dalamnya dilapisi kain. Kemudian bagian luar di cat putih. Untuk ukurannya 190x50x50 cm. Maksimal sehari kita bikin 10 sampai 16 peti yang dikerjakan 6 sampai 8 orang. Ini kita buat di dua tempat, di sini dan satu lagi di Ciseeng,” jelasnya.

Meningkatnya kebutuhan akan peti jenazah menurut Ibrahim, karena tidak banyak produsen peti jenazah khusus Covid di Bogor. Produsen yang ada pun tidak mudah memasarkannya. Di sisi lain, rumah sakit yang kekurangan stok harus nyari sendiri-sendiri produsen peti jenazah.

“Saya sempat berkomunikasi dengan Ibu Wali Kota Bogor ibu Yane dan saya mengusulkan ada sentra produksi peti jenazah sehingga kebutuhan bisa disesuaikan dengan produksi. Bahkan harga bisa ditekan. Masukan ini, akan disampaikan ke pak wali. Mudah-mudahan bisa dijajaki aturan dan prosedurnya seperti apa,” kata Ibrahim.

Ia pun siap membantu menyediakan peti jenazah baik untuk kebutuhan di kota maupun di Kabupaten Bogor. “Meski pemerintah menerapkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, hal itu tidak mengurangi produktifitas kita dalam bekerja karena kita memproduksi peti jenazah yang dikhususkan untuk pasien Covid-19 yang meninggal dunia,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.