Selama PPKM Tingkat Hunian Hotel Turun Drastis PHRI Minta Keringanan Beban Pajak Daerah

0 129

Heibogor.com – Adanya aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat membuat okupansi atau tingkat keterisian hotel di Kota Bogor mengalami penurunan yang sangat drastis. Kondisi tersebut membuat pengusaha hotel dan restoran harus memutar otak agar bisa bertahan di situasi ini.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Bogor, Yuno Abeta Lahay mengatakan, per minggu kemarin occupancy hotel hanya 8 persen. Itu diambil dari 35 hotel mulai dari hotel melati sampai hotel berbintang.

Ia mengungkapkan, PHRI telah melakukan berbagai upaya agar pelaku usaha hotel dan restoran bisa tetap bertahan. Salah satunya dengan meminta keringanan pembayaran pajak kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor karena tahun ini lebih berat recovery-nya daripada tahun lalu.

“Untuk itu, kami meminta kelonggaran kepada pemerintah agar bisa bertahan di masa pandemi ini. Tanggal 20 Juli ini kita mesti setor pajak hotel dan restoran. Saya sudah minta keringanan dan penundaan pembayaran pajak kepada Dispenda. Selain itu, kita juga akan meminta kelonggaran tagihan listrik PLN dan menunda pembayaran BPJS,” kata Yuno, Senin (12/7/21).

Tak hanya itu, lanjut Yuno, langkah yang dilakukan para pengusaha hotel di Kota Bogor, merumahkan 60 persen karyawannya tanpa dibayar.

“Saat ini, kita berpikir bagaimana caranya untuk bertahan, untuk merumahkan karyawan tidak dibayar sudah berjalan dari minggu yang lalu dan itu hampir hotel dan restoran di Kota Bogor menerapkan itu,” ungkapnya.

Yuno membeberkan, situasi saat ini sangat mengkhawatirkan bagi usaha perhotelan seperti harga kamar hotel di Kota Bogor sudah mencapai titik terendah. Harga kamar hotel biasanya mulai dari Rp800 ribu. Namun sekarang penjualan kamar hotel di harga Rp300 sampai Rp400 ribu.

Ia berharap Kementerian Pariwisata kembali mengeluarkan dana hibah untuk pelaku usaha perhotelan di tahun ini. Apalagi dengan adanya penerapan PPKM Darurat.

“Dari Kementerian Pariwisata menyampaikan tahun ini bakal ada dana hibah selain insentif pariwisata yang sudah di-launching dan pendaftaran secara mandiri. Tapi saat ini kami belum dengar kabarnya seperti apa. Kami berharap itu tetap terealisasi untuk membantu di keadaan seperti sekarang ini,” harapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.