Jelajah Petualangan Lewat Berkemah Temukan Sensasi Tantangan Bertahan Hidup di Alam

0 103

Heibogor.com – Camping atau berkemah menjadi kegiatan yang dipilih sebagian orang untuk mengisi waktu liburan. Kegiatan ini, bisa dilakukan sendirian tapi lebih seru jika dilakukan secara berkelompok bersama teman ataupun keluarga.

Camping biasa dilakukan untuk mencari ketenangan, mencari petualangan, atau hanya ingin sekedar menikmati keindahan alam. Dari itu, kegiatan camping dapat dilakukan di beberapa lokasi dan yang umumnya diincar oleh para pecinta alam adalah lokasi pegunungan, hutan liar, tepi pantai hingga kawasan wisata alam.

Kegiatan liburan yang paling sederhana dan santai ini, bagi sebagian orang sudah dianggap hobi. Namun, untuk menggeluti hobi yang satu ini, diperlukan pengetahuan, keterampilan serta persiapan yang matang.

Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi berkemah dan baru pertama kali mau mencoba, ada baiknya camping dilakukan secara berkelompok dan dengan orang-orang yang sudah berpengalaman biar Anda tak panik jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

Menurut salah seorang pehobi camping Wandra Kumbara (24) menuturkan, barang-barang yang umum dibawa di saat camping yaitu tenda, sleeping bag, raincoat, alat masak dan obat-obatan. Tambahan lainnya bisa kompas dan alat untuk perlindungan diri.

Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) ini mengatakan, untuk penentuan lokasi camping biasanya tergantung kesukaan. Dirinya sendiri jika ingin berkemah tidak mempermasalahkan soal tempat baik itu di hutan, tepi pantai, maupun pegunungan. Yang terpenting bagi dirinya adalah bisa menikmati sensasi petualangan dan suasana di alam terbuka.

“Buat saya berkemah dapat menenangkan pikiran. Alam juga membuat kita lebih kreatif karena membuka pandangan yang luas,” kata Wandra saat dihubungi, Sabtu (10/7/21).

Pria yang hobi camping sejak kecil ini juga mengungkapkan, setiap lokasi camping memiliki kelebihan, kekurangan, serta tantangan yang berbeda-beda. Seperti di pantai bisa memancing ikan tapi sulit untuk mencari air tawar. Di gunung menghadapi cuaca dingin, kabut, dan tersesat. Kemudian di hutan banyak sumber makanan dan minuman namun tantangannya kadang harus berhadapan dengan hewan buas dan liar.

Ia sendiri pernah memiliki pengalaman tersesat saat camping di hutan Bukit Tinggi. Di mana saat ia hendak turun gunung matahari sudah hampir terbenam dan akhirnya suasana pun menjadi gelap dengan cepat.

“Saya tersesat hampir dua hari tidak bisa pulang karena gelap. Salahnya saya terus menelusuri jalan yang membuat saya semakin jauh dari jalan pulang. Waktu itu, saya juga tidak membawa perlengkapan apa-apa,” kenangnya.

Beruntung, ia masih mengingat teknik bertahan hidup dari buku yang pernah ia pelajari. Salahsatunya jika menemukan lumut tumbuh pada satu sisi batang pohon, itu bisa mengarah ke arah barat. Dari situlah dirinya mengikuti arah lumut dan betul saja akhirnya ia menemukan tanda-tanda yang pernah ia buat sebelum memasuki hutan. Ia berhasil kembali pulang dengan selamat.

“Pengalaman itu tidak membuat saya kapok. Itu semua memiliki keseruan. Ada kepuasan tersendiri dalam menjalani hobi ini karena membuat pikiran tenang, membuat banyak pengalaman, serta menambah wawasan dalam bertahan hidup di alam terbuka. Malah obsesi saya ingin terus camping di tempat-tempat yang belum saya kunjungi,” ungkapnya.

Untuk anggaran yang harus dikeluarkan saat camping sambung Wandra, itu bervariatif tergantung lokasi camping dan berapa lama akan berkemahnya.

“Kalau saya biasanya pergi jalan-jalan paling tak habis Rp500 ribuan dari rumah hingga balik lagi ke rumah,” bebernya.

Wandra menyarankan, bagi pemula yang ingin camping, beberapa hal yang perlu disiapkan dan dipahami. Pertama, tentukan lokasi camping yang aman. Jangan berkemah di daerah rawan atau membahayakan keselamatan diri sendiri maupun rekan-rekan.

Kedua, ajak teman untuk kemah bersama. Semakin banyak orang yang ikut camping, suasananya malah semakin seru. Selain itu, orang-orang yang ikut camping sangat bermanfaat apabila kamu jatuh sakit atau butuh bantuan. Jadi, ada orang yang akan membantu.

Ketiga, bawa peralatan camping yang sesuai kebutuhan seperti tenda, peralatan masak dan makan termasuk obat-obatan, alat-alat penerangan dan korek api serta jangan lupa bawa sleeping bag dan selimut.

“Jadi, buat yang ingin camping persiapkan hal-hal di atas dengan matang. Kita bertamu di alam bebas pasti ada saja persoalan dan risikonya. Jangan sampai niat liburan malah menjadi masalah. Jadikan camping yang dilakukan bisa menambah keakraban dan melatih kemandirian sehingga menjadi pengalaman yang seru dan tak terlupakan,” tandasnya. (Doni/Mg)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.