Wisata Edukasi Ekologis Sasar Generasi Milenial Ciptakan Platform Digital

0 127

Heibogor.com – Eco Spirit Center (ESC) Puspanita menjadi tempat praktek merdeka belajar mahasiswa 4 universitas dari 4 negara dalam Global Intercultural Project Experience (GIPE) di Ciawi, Kabupaten Bogor, (2/7/21) lalu.

ESC Puspanita yang sejak 1996 telah menjadi tempat penyebaran spiritualitas ekologis bagi generasi muda membuka diri sebagai klien bagi 32 mahasiswa dari 4 universitas 4 negara yang tergabung dalam GIPE 2021 dalam sebuah proyek nyata.

Proyek GIPE 2021 tersebut merupakan program terstruktur dengan mentor full-time dan dibimbing oleh pembimbing profesional full-time. Program memiliki tujuan pembelajaran dan pemantauan yang jelas, dan selama satu semester (April-Juli 2021), mahasiswa bekerja dalam kelompok/tim untuk memecahkan masalah riil yang dihadapi oleh ESC Puspanita.

ESC Puspanita sebagai pemegang izin sebagai laboratorium penelitian holtikultura yang berperan dalam edukasi mengenai lingkungan hidup, lewat proyek GIPE 2021 telah didampingi dalam mengembangkan bisnisnya agar dapat menjangkau pasar wisata edukasi ekologis secara lebih luas, terutama dengan sasaran generasi milenial dengan menciptakan Platform Digital untuk Wisata Edukasi Ekologis.

Mahasiswa yang terlibat dalam program ini terdiri dari dua fakultas dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu yaitu Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi, dan Fakultas Teknik (Teknik Elektro, Teknologi Informasi, Teknik Mesin, dan Sistem Informasi). Proyek bersama yang dikerjakan secara virtual itu berhasil mengembangkan model bisnis untuk pariwisata eco-education tourism; platform digital untuk pariwisata eco-education tourism yang berisi informasi, basis data, transaksi, dan jaringan ekosistem; penawaran kreatif, ekowisata virtual, lokakarya online tentang daur ulang, pendidikan lingkungan, tanaman organik, pertanian cerdas (smart-farming) dalam keluarga atau komunitas dan mengembangkan strategi komunikasi pemasaran digital.

Pelaksanaan “kampus merdeka” tingkat internasional tersebut diinisiasi oleh GIPE, suatu lembaga berkedudukan di Jerman dan proyeknya didanai oleh Lembaga dana DAAD Jerman. “Dengan proyek ini, ESC Puspanita yang dikelola suster-suster CB tidak hanya menjadi tempat retret atau rekoleksi dan edukasi bagi lingkungan sekolah dan lembaga-lembaga Katolik, tetapi membuka diri untuk seluruh masyarakat,” ujar Chief Executive of Tarakanita Higher Education Foundation yang mengelola Puspanita Eco-Spirit-Center, Dr. Margaretha Margawati, dalam siaran pers yang diterima heibogor.com.

Dengan memberi tempat bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas secara multidisiplin dan interkultural, pendidikan ekologi dan spiritualitas terkait Keadilan, Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan di ESC Puspanita dapat tetap berjalan meski pun secara virtual di era pandemi.

Eco Spirit Center Puspanita adalah sebuah tempat berkarya yang dimiliki oleh Kongregrasi Suster-Suster Cinta Kasih Carolus Borromeus dan dikelola oleh Yayasan Pendidikan Tinggi Tarakanita.

Universitas tersebut adalah Universitas Katolik Atmajaya (Jakarta, Indonesia), Westphalian University of Applied Science (Jerman), San Pablo Catholic University (Peru), dan Namibia University of Science and Technology (Namibia). (**)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.