Masuk RSL Harus Lewat IGD RSUD, Pasien Umum Hanya Bisa Ditunggu 1 Orang

0 72

Heibogor.com – Rumah Sakit Lapangan (RSL) yang sebelumnya berada di bawah Badan Nasional Pemanggulangan Bencana (BNPB) kini beralih status menjadi extension Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, atau perluasan rumah sakit Kota Bogor.

Hal itu, disampaikan Direktur Utama (Dirut) RSUD Kota Bogor, dr. Ilham Chaidir saat membuka extension RSUD Kota Bogor, di area GOR Pajajaran Jalan Kesehatan, Tanah Sareal, Kota Bogor, Kamis (1/7/21).

Ilham mengungkapkan, sebetulnya pembukaan extension RSUD Kota Bogor ini akan dilakukan besok. Namun, melihat ketersediaan bed di RSUD sudah full dan melihat jumlah bed rumah sakit di Kota Bogor sangat sulit didapat jadi diputuskan untuk mempercepat dan dijalankan sore ini.

“Jadi, ini bukan lagi rumah sakit lapangan di bawah BNPB statusnya tapi ini statusnya adalah extension RSUD Kota Bogor, perluasan rumah sakit Kota Bogor. Yang ditangani adalah pasien sedang, berat, dan kritis. Kita sedang berpikir keras untuk menjadikan ini juga mampu melakukan penanganan-penanganan yang lebih berat,” ucapnya.

Ilham menjelaskan, kapasitas extension RSUD di sini mampu sampai 64 bed. Kalau di RSUD sendiri itu ada 170 bed ditambah nanti ada tenda darurat dengan kapasitas 20 bed dan di RSL 60 bed. Jadi, semuanya diharapkan bisa sampai 250 bed.

“Kita harapkan ini mampu mengurai antrean karena tadi malam di RSUD itu antreannya ambulance luar biasa. Akhirnya kemarin situasi di RSUD itu, IGD umum sementara kita tutup dulu. Pasien umum kita dorong ke dalam kemudian IGD kita jadikan untuk penanganan COVID-19 semuanya dengan harapan mengejar supaya jangan sampai ada yang meninggal. Karena ada satu yang meninggal di ambulance semalam itu. Ini yang ingin kita cegah. Makanya harus ada tindakan cepat melalui perluasan rumah sakit ini,” ungkapnya.

Ilham meneruskan, untuk alur pasien yang masuk ke sini semuanya harus melalui IGD RSUD. Tak bisa tiba-tiba langsung masuk ke RSL. Karena ini extension hanya ruang rawat inap.

“Karena pasien COVID-19 di RSUD semakin besar di IGD kita tambah dengan ruang transisi melalui tenda darurat yang mudah-mudahan besok sudah bisa operasional. Kita kejar-kejaran sama waktu supaya daya tampung RSUD itu semakin meningkat,” terangnya.

Sekarang ini, lanjutnya, sedang diupayakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor untuk semua rumah sakit rujukan dinaikkan menjadi 30 persen untuk kapasitas perawatan pasien COVID-19. Bahkan, kalau sudah dalam kondisi kapasitas begini mungkin setiap rumah sakit dinaikkan jadi 35 persen. Untuk RSUD sendiri sudah hampir mendekati 50 persen untuk kemampuan menyediakan dibandingkan dengan yang umum.

“Sekarang ini, di RSUD akan ketatkan prokes. Satu pasien umum itu satu penunggu dan harus terdata. Kalau mau gantian harus didaftarkan. Jadi, tak bisa orang keluar masuk sembarangan karena itu akan membahayakan bagi tenaga kesehatan dan juga pasien. Jadi, menunggu pasien itu tak bisa seperti dulu. Sedangkan untuk pasien COVID-19 tidak di tunggu dan tak boleh di tunggu,” jelasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.