Permintaan Oksigen Naik Sehari Habis 18 Tabung, Pereda Gejala Pasien Covid-19

0 88

Heibogor.com – Meningkatnya jumlah kasus pasien positif Covid-19 berimbas pada bertambahnya permintaan masyarakat untuk mendapatkan tabung oksigen sebagai pereda gejala pasien Covid-19.

Salah satu penjual oksigen di Jalan Raya Jakarta-Bogor KM47, Pabuaran, Cibinong, Kabupaten Bogor, Didi Riyanto (30) mengatakan, adanya peningkatan minat beli masyarakat dua minggu belakangan.

“Sejak minggu lalu ada kenaikan pembelian, dulu sebelum kasus melonjak paling terjual 6 tabung sehari. Sekarang, dalam sehari bisa 18 tabung. Itu tabung yang 1 meter kubik, yang biasa untuk medis,” kata Didi saat ditemui di tokonya, Senin (28/6/21).

Didi menjelaskan, masyarakat mulai memburu oksigen baik datang langsung ke tokonya hingga menelepon. Pembeli kebanyakan memburu oksigen pada malam hari di luar jam operasional tokonya.

Ia pun dibantu satu karyawannya terpaksa menambah jam buka toko hingga pukul 22.00 atau siaga 24 jam lantaran pada dini hari tidak sedikit juga yang mencari oksigen.

“Kadang dini hari juga ada yang cari-cari oksigen, saya ditelepon nanya masih ada oksigen apa enggak. Soalnya malam-malam saja bisa terjual 6 sampai 8 oksigen,” jelasnya.

Disamping itu, dirinya bahkan memprioritaskan penjualan tabung untuk kebutuhan medis. Sementara kebutuhan industri seperti bengkel ia tolak sementara.

“Biasanya yang besar 6000 kubik buat industri, nah saya tunda dulu. Ganti jadi buat medis, 6000 kubik itu soalnya bisa selamatkan 6 nyawa. Jadi saya tabung besar bisa untuk 6 orang, oksigen diisi ke tabung kecil medis,” bebernya.

Ia pun mengungkap, ketersedian tabung oksigen di pabrik selaku produsen dirasa mulai menipis. Lantaran beberapa hari belakangan ia kerap mengisi sejumlah tabung, namun tidak semuanya terisi.

“Saya isi stok oksigen langsung di pabrik, cuma sekarang malahan susah, ternyata kosong. Akhirnya kemarin saya cari di Karawang, bawa 160 tabung, yang terisi cuma 25. Bahkan saya ngisi aja yang tadinya bisa tunggu, sekarang 3 hari baru dapat,” paparnya.

Bahkan, menipisnya ketersediaan itu berimbas juga pada harga jual tabung oksigen di pasaran. “Dari pabriknya juga naik harganya dulu Rp30 ribu untuk 1000 kubik. Sekarang naik jadi Rp35 ribu,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.