Ujicoba Belajar Tatap Muka Kenalkan Pentingnya Terapkan Prokes Covid-19

0 88

Heibogor.com – Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto memantau pelaksanaan hari pertama uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di SMP Negeri 15 Jalan Mandala, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Senin (31/5/21).

Di hari pertama ini, Bima didampingi Sekda Syarifah Sofiah dan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Hanafi mengecek sejumlah fasilitas pendukung PTM, termasuk penerapan Protokol Kesehatan (prokes) dan memberikan edukasi mengenai bahaya Covid-19 kepada para pelajar.

Pantauan di lokasi, sebanyak empat kelas di SMP Negeri 15 menggelar uji coba PTM dengan lama pembelajaran satu hari 3 jam serta bangku di setiap kelas hanya 50 persen dari kapasitas murid.

“Satu, sekolahnya siap dengan faskes dan protokolnya. Kedua, ada izin dari komite sekolah. Ketiga, hanya siswa yang diperbolehkan oleh orang tuanya. Keempat, checklist-checklist itu semua harus ada dan terpenuhi. Syarat-syarat PTM yang telah ditentukan sudah terpenuhi semua di SMPN 15,” kata Bima.

Dalam kunjungannya, Bima Arya menyapa siswa kelas VII dan VIII yang menjalani uji coba PTM. Bima juga mengajukan beberapa pertanyaan kepada siswa tentang pengertian protokol kesehatan (prokes).

“Saya ada beberapa pertanyaan, yang tahu tolong angkat tanganya. Siapa yang tahu prokes itu apa?,” tanya Bima kepada siswa.

Pertanyaan itupun langsung dijawab salah satu siswa kelas VII. Jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan, sahut salah satu siswa menjawab pertanyaan Bima Arya.

Pertanyaan lainnya, Bima menanyakan apakah ada yang tahu gejala Covid-19? Pertanyaan tersebut juga langsung dijawab siswa yang lainnya yakni gejala batuk, sesak nafas dan demam.

Bima Arya menyebutkan, materi yang diberikan terlebih dahulu difokuskan pada edukasi dan sosialisasi tentang Covid-19. Hal itu dimaksudkan agar anak-anak paham tentang Covid-19 sebelum diminta menaati prokes.

“Jadi, anak-anak sebelum kita minta mentaati prokes, mereka harus paham dulu covid itu apa. Makanya tadi saya memberikan penjelasan sederhana tentang berbahayanya ketika kita tidak menaati prokes,” terangnya.

Bima juga berpesan kepada siswa agar berhati-hati dan menerapkan prokes baik saat di lingkungan sekolah maupun saat di luar sekolah. Selalu cuci tangan, bawa handsanitizer, serta wajib mandi sesampainya di rumah. Hal itu, sebagai antisipasi agar terhindar dari Covid-19.

“Bismillah hari ini kita memulai tatap muka. Pihak sekolah agar benar-benar menyiapkan fasilitas prokes di lingkungan sekolah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Kita juga ingin memastikan agar anak-anak harus selalu dimonitor oleh orang tua. Apabila ada gejala langsung ada tindakan dan diminta untuk tidak hadir ke sekolah,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.