Wakil Rakyat Sidak Aplikasi Bantuan Sosial Terpadu, Masyarakat Banyak Belum Tahu

0 141

Heibogor.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor beberapa waktu lalu merilis aplikasi bantuan sosial terpadu (Solid). Namun, aplikasi Solid tersebut belum tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat dan petugas di kelurahan.

Fakta tersebut diketahui saat Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor melakukan sidak ke Kelurahan Menteng. Sidak dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV, Said Muhamad Mohan didampingi Devie Prihartini Sultani serta Achmad Rifky Alaydrus.

“Dari hasil pengecekan ternyata belum tersosialisasi secara maksimal kepada masyarakatnya, kepada para petugas di kelurahan juga masih banyak yang belum tahu. Bahkan, baru satu orang saja yang menggunakan aplikasi Solid ini dan itu sangat disayangkan,” kata Ketua Komisi IV, Said Muhamad Mohan, Jumat (28/5/21).

Menurutnya, aplikasi ini seharusnya menjadi ujung tombak bagi Dinsos untuk mendapatkan data kemiskinan yang akurat di Kota Bogor. “Hasil monitoring tadi masyarakat masih belum tahu, belum mengerti. Sedangkan dari kelurahan masih belum cakap,” ujar Mohan.

Dengan adanya temuan ini, Mohan mengaku akan melakukan sidak lebih lanjut ke beberapa kelurahan lagi sebelum menggelar rapat dengan Dinsos.

“Jadi, poinnya jangan sampai akses kebutuhan layanan dasar masyarakat, hak masyarakat untuk mendapatkan fasilitas BPJS PBI itu sampai kesulitan. Di satu sisi kita ingin mendapatkan data yang berkualitas. Tapi di sisi lain kita ingin alurnya itu tidak mempersulit masyarakat. Kita akan evaluasi dan komunikasi dengan Dinsos,” ungkapnya.

Senada, Devie Prihartini Sultani mengungkapkan, aplikasi Solid di launching oleh Dinsos dengan harapan mempermudah data base yang terintegrasi dengan dinas-dinas terkait seperti Dinkes, Disdukcapil, BPJS. Namun, sepertinya ini belum tersosialisasikan kepada pihak kelurahan yang mempunyai tugas untuk menginput data permintaan bantuan masyarakat.

“Saya meminta kepada pihak Dinsos untuk aktif bergerak mensosialisasikan agar aplikasi ini bisa bermanfaat lebih baik lagi. Jangan malah memberatkan masyarakat. Bahkan, sebaiknya sebelum aplikasi itu di launching sudah di sosialisasikan dengan baik sehingga setelah aplikasi ini berjalan pihak SDM nya pun sudah siap. Jadi, aplikasi ini bukan hanya sekedar program buang-buang uang negara,” ucapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.