Disdik Klaim 73 Sekolah Siap Laksanakan Belajar Tatap Muka Pekan Depan

0 108

Heibogor.com – Sebanyak 73 sekolah di Kota Bogor akan melakukan ujicoba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada 31 Mei mendatang.

Kepala Disdik Kota Bogor, Hanafi mengungkapkan, 73 sekolah yang dinyatakan siap menjalani ujicoba sudah melewati serangkaian proses verifikasi dan visitasi beberapa kali.

“Karena pada prinsipnya sekolah yang ada di Kota Bogor ini sudah siap. Tapi langkah – langkah operasional tetap harus dilakukan. Kalau dua pekan ke depan tidak ada masalah kita berangsur – angsur ke sekolah lain. Kita terus verifikasi,” ungkap Hanafi.

Ujicoba ini, kata Hanafi, merupakan proses adaptasi kebiasaan baru. Para siswa yang masuk sekolah nanti, harus memahami bahwa cara belajar di sekolah tak seperti dulu lagi. Maka dari itu akan menjadi bahan adaptasi.

“Pertanyaannya sekarang apakah Covid-19 akan turun atau tidak, kita melihat situasi. Namun kita tidak sembrono, kita persiapkan secara operasional karena ada SKB empat menteri itu,” sambungnya.

Masih kata Hanafi, Pemkot Bogor, juga sudah melakukan beragam kiat jelang PTM. Salah satunya vaksinasi kepada para tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah berjalan 90 persen lebih.

“Izin dari orang tua juga sudah dimulai. Kita menganjurkan orang tua untuk tidak memaksakan anak masuk sekolah. Karena yang tahu kondisi anak cenderung orang tuanya. Jangan hanya karena anaknya ingin ujicoba, tapi dipaksakan,” ujar Hanafi.

Sementara, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim berterima kasih dengan sekolah atau lembaga pendidikan yang sudah memaksimalkan protokol kesehatan (prokes) jelang PTM ini. Agar terus diingat, bahwa konsistensi dan kedisiplinan sekolah dalam menjaga prokes juga menjadi perhatian penting.

“Lonjakan kasus itu yang kita khawatirkan. Kemarin kita blow up ke masyarakat, bahwa larangan mudik, pembatasan-pembatasan kegiatan kemasyarakatan, termasuk keagamaan tujuannya adalah agar tidak terjadi ledakan kasus, termasuk untuk target PTM bulan Juli,” kata Dedie.

Untuk itu, jika memang ledakan kasus terjadi dalam beberapa pekan ke depan, akan ada pertimbangan khusus dalam pelaksanaan PTM itu sendiri. Apalagi, jika Kota Bogor masuk kembali ke Zona Merah.

“Bila hal itu terjadi, maka kita tertinggal dengan daerah lain yang sudah melaksanakan PTM. Itulah yang selalu kita sampaikan kepada masyarakat bahwa kedisiplinan, ketaatan, kekompakan kita sangat tuntut,” ungkapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.