Salat Idul Fitri Dianjurkan di Rumah, Ziarah Kubur Ditutup dan Halal bi Halal Virtual

0 199

Heibogor.com – Wali Kota Bogor Bima Arya menghadiri rapat bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menyelaraskan kebijakan di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Cianjur (Jabodetabekjur) pada masa libur Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

Dalam pertemuan yang berlangsung di di Gedung Balai Kota Jakarta, Senin (10/5/21), disepakati sejumlah kebijakan terkait pengendalian aktivitas masyarakat dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Selain Anies Baswedan dan Bima Arya, hadir juga Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Bupati Bogor Ade Yasin, para Wakil Wali Kota dari Kota Depok, Kota Tangsel, Kota Tangerang, Kota Bekasi, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bekasi, serta terlihat juga perwakilan dari Pemprov Jawa Barat dan Pemprov Banten.

“Kita membahas beberapa ketentuan umum untuk kegiatan di masa Lebaran. Disepakati beberapa poin utama yang bisa menjadi pegangan bagi kita semua. Nanti masing-masing kita akan menyiapkan surat edaran, surat seruan terkait dengan ketentuan-ketentuan yang tadi disepakati,” ungkap Anies.

Poin-poin kesepakatan tersebut dijelaskan Anies Baswedan antara lain tentang dianjurkan untuk tidak melakukan kegiatan saling mengunjungi dalam wilayah yang sama atau lintas wilayah baik skala kampung, kelurahan, kecamatan, kota/kabupaten maupun provinsi.

“Salat idul fitri dianjurkan di rumah masing-masing. Bagi warga yang Salat Ied di luar rumah, maka dianjurkan untuk melaksanakannya di tempat masjid setempat. Jangan pergi jauh sekedar untuk melaksanakan Solat Ied, supaya lokasi-lokasi kegiatan ibadah adalah lokasi yang dikunjungi orang setempat. Ini untuk menghindari potensi penularan lintas wilayah dan semua dianjurkan berada di lokasi yang sama. Bila di masjid, maka kapasitas maksimalnya adalah 50 persen,” ujar Anies.

Terkait tradisi ziarah kubur, lanjut Anies, ditiadakan mulai Rabu (12/5/21) sampai dengan Minggu (16/5/21). “Seluruh pemakaman di Jabodetabek akan ditutup dari pengunjung untuk ziarah. Tapi kegiatan pemakanan berjalan di tempat-tempat pemakaman itu. Nanti diatur oleh dinas yang mengelola pemakaman,” katanya.

Kesepakatan lainnya adalah meniadakan halal bihalal dan open house dan dianjurkan menggunakan media virtual sampai dengan berakhirnya bulan Syawal 1442 H. Kemudian kegiatan takbiran dianjurkan secara virtual dan melarang kegiatan takbir keliling. Namun jika mau melakukan takbiran di masjid setempat harus mengikuti dengan kapasitas maksimal 10 persen.

Untuk kawasan wisata, maksimal pengunjung 30 persen dan hanya menerima pengunjung warga lokal. Artinya tempat wisata di Bogor hanya menerima pengunjung dari Bogor. Tempat wisata di Jakarta hanya menerima pengunjung berKTP Jakarta.

Sementara itu, Bima Arya menyampaikan terima kasih atas inisiatif dari Gubernur Anies Baswedan mengundang kepala daerah se-Jabodetabek untuk menyelaraskan kebijakan. “Intinya ikhtiar untuk mengurangi mobilitas di Jabodetabek. Saya kira ini langkah yang baik untuk penyelarasan kebijakan dan dalam upaya cegah lonjakan kasus Covid-19 pasca Lebaran. Insya Allah dikawal bersama semaksimal mungkin,” kata Bima.

Sementara, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meniadakan pelaksanan salat Idul fitri di lapangan terbuka untuk mencegah penularan Covid-19 pada hari raya Idulfitri 1442 hijriah. Hal itu diungkap Bupati Bogor Ade Yasin dalam rapat koordinasi antar kepada daerah termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balaikota Pemerintah DKI Jakarta, Senin (10/5/21) yang menjadi kesepakatan bersama antar kepala daerah.

“Pelaksanaan salat Idul fitri, untuk mencegah terjadinya kerumunan dan penyebaran Covid-19, ditiadakan pelaksanaannya di lapangan, melainkan hanya dapat dilaksanakan di masjid dan mushola di tingkat RT saja,” kata Ade dalam keterangannya. Ade menuturkan di Kabupaten Bogor jumlah lapangan sangat banyak, jika dilakukan di lapangan meskipun hanya 50%, dikhawatir akan menimbulkan kerumunan.

“Karena kita masih berlakukan PPKM mikro, sehingga salat idulfitri dapat dipantau langsung oleh Satgas RT/RW, ini sebagai upaya pencegahan terjadinya kerumunan, termasuk salat Ied di Lapangan Tegar Beriman juga kita tiadakan,” tegas Bupati.

Disamping itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menambahkan salah satu kesepakatan antara kepala daerah di seluruh wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Cianjur (Jabodetabekjur) adalah meniadakan kegiatan halal bihalal dan open house dalam rangka Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah. Hal ini merupakan upaya bersama untuk mencegah penularan Covid-19.

“Kegiatan silahturahmi, mendatangi tokoh masyarakat, tokoh agama, teman, tetangga dianjurkan menggunakan media virtual sampai dengan akhir bulan Syawal. Jadi, ketika perkantoran mulai hari Senin, jangan dimulai dengan acara halal bihalal dalam artian bertemu, bersalaman karena itu kemudian nanti akan mengganggu ikhtiar kita untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” imbuh Anies.

(Andi/Mikail)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.