BPN Luncurkan DILO, Layanan Aplikasi Inovasi Pertanahan Digital

0 52

Heibogor.com – Kantor Pertanahan Kota Bogor, mendeklarasikan Kota Lengkap sekaligus melauncing inovasi aplikasi layanan pertanahan Bogor bertransformasi menuju Digitalisasi Office pada Rabu (5/5/21) di Kantor Pertanahan ATR/BPN Kota Bogor.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Bogor, Ery Juliani Pasoreh dalam sambutannya menyampaikan, sebanyak 68 kelurahan di 6 kecamatan sudah memenuhi syarat potensi sebagaimana juklak PTSL tanggal 30 Maret 2020 Nomor 1/Juknis-100.HK.02.01/III/2020, yaitu jumlah bidang tanah terdaftar lebih dari 80 persen, validasi buku tanah, su dan persil di atas 80 persen, jumlah KW4, 5, 6 sama dengan 0, dan kerapihan peta secara online.

Kemudian, seluruh areal dalam satu wilayah administrasi harus tertutup semua baik persil, fasos fasum dan unsur geografis. Lalu selisih luas wilayah dan persil kurang dari sama dengan 0,05 persen. Dengan telah terdaftarnya seluruh bidang tanah di Kantor Pertanahan Kota Bogor, maka dilanjutkan dengan kegiatan pemetaan kelurahan lengkap terhadap seluruh kelurahan yang ada di Kota Bogor.

Masih kata Ery, untuk memenuhi syarat deklarasi membutuhkan persetujuan Dirjen SPPR dan PHPT, sebagaimana syarat deklarasi yaitu jumlah bidang tanah yang telah dipetakan berdasarkan penetapan batas dan pengukuran (NIB) tervalidasi >95 persen. Lalu jumlah Buku Tanah yang tervalidasi >98 persen. Kemudian tidak ada GAP dan Overlap antar bidang. Selanjutnya luas wilayah desa terisi penuh bidang tanah dan fitur geografis. Begitupun fitur geografis (fasum, fasos, sungai, kawasan, danau, embung rawa, situ dan lainnya) dipetakan secara lengkap dan diberikan NIS.

“Bidang tanah hasil deliniasi (NIS) yang diperbolehkan untuk desa/kelurahan lengkap adalah maksimum 10 persen dari total NIB dan NIS non fitur geografis kantor Pertanahan Kota Bogor sudah memenuhi syarat tersebut sebanyak 34 kelurahan sehingga bisa dideklarasikan pada hari ini,” ucapnya.

Selain mendeklarasikan Kota Lengkap, pihaknya juga melauncing inovasi aplikasi layanan pertanahan Bogor bertransformasi menuju Digitalisasi Office. Ia menjelaskan, Kantor Pertanahan Kota Bogor telah menginisiasi inovasi aplikasi layanan pertanahan secara digital melalui Bogor Bertransformasi (Botrans) menuju Digitalisasi Office (DILO). Botrans merupakan suatu inovasi aplikasi yang menjadikankan semua layanan pertanahan dilaksanakan secara digital.

Adapun inovasi aplikasi digital yang diterapkan pada layanan pertanahan yakni Sistem Informasi Produk Selesai (SISERLA). Lewat aplikasi ini, kantor Pertanahan Kota Bogor secara otomatis akan memberikan informasi kepada pemohon melalui aplikasi Siserla bahwa produk telah selesai sehingga pemohon dapat segera mengambil ke Kantor Pertanahan.

Lalu ada aplikasi Bank Data/Data Center yaitu aplikasi yang digunakan untuk menyimpan semua data dan memonitoring proses layanan secara cepat dan tepat serta merupakan alat pelaporan yang up to date. Kemudian ada aplikasi Sistem Pengaduan Pertanahan (SIMPANAH) yaitu aplikasi pengaduan untuk memudahkan masyarakat dalam melaporkan segala persoalan pertanahan.

“Dalam membangun Kantor Pertanahan yang berstandar dunia Kantor Pertanahan Kota Bogor telah berupaya membenahi diri dengan membangun dan menyiapkan sarana prasarana yang memadai, data yang valid serta menyelenggarakan pelayanan publik sebagaimana peraturan Kemenpan RB No. 17 tahun 2017 dengan standar pelayanan berbasis elektronik, yang telah diverifikasi lapang dalam rangka pembangunan Zona integritas tanggal 19 Maret 2021,” terangnya.

Sementara, Wali Kota Bogor, Bima Arya dalam sambutannya menyampaikan pemetaan, pendataan dan pengadministrasian tanah bukan hal yang mudah. Ada persoalan aspek sosial, hukum, administratif dan lainnya. Namun, Kantor Pertanahan Kota Bogor berhasil mewujudkan peta lengkap kelurahan. “Jadi, kalau hari ini sudah deklarasi ada 34 kelurahan, berarti Bu Ery luar biasa, terimakasih saya apresiasi kepadanya dan juga camat serta lurah terimakasih atas koordinasinya,” ucap Bima.

PTSL selain kepastian hukum, sambungnya, pihaknya melihat memiliki banyak dampak positif. Seperti Pemkot Bogor dibantu untuk meminimalisir konflik sosial di warga dan perencanaan pembangunan di wilayah Kota Bogor. “Tapi sekarang yang sangat relevan adalah dalam konteks ekonomi recovery dan ekonomi rebond. Ini memperbaiki akses dari warga kepada sumber-sumber ekonomi. PTSL jelas, alas hak jelas, tersertifikasi dan kemudian bisa digunakan untuk agunan atau tanah dimanfaatkan untuk yang lain,” ungkapnya.

Bima Arya kembali mengapresiasi Kantor Pertanahan Kota Bogor di bawah kepemimpinan Ery Juliani Pasoreh yang sudah selaras dengan Pemkot Bogor fokus kepada smart city. “Saya berharap tujuan dari Kantor Pertanahan Kota Bogor bisa terwujud dan sistem yang dibangun tetap berjalan ke depannya dalam mewujudkan visi dan misi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, yaitu pendaftaran, pengukuran, pemetahan seluruh bidang tanah, transformasi digital dan membangun Kantor Pertanahan yang maju dan modern berbasis elektronik berstandar dunia,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.