Kriuk Renyah Kerupuk Mi, Produsen Raup Keuntungan Ganda di Bulan Ramadan

0 50

Heibogor.com – Memasuki bulan Ramadan sejumlah bahan makanan banyak diburu untuk santap berbuka puasa. Tidak terkecuali hidangan kerupuk kuning yang belakangan menjadi hidangan tambahan kala berbuka dan sahur terutama bagi penikmat asinan. Terbuat dari tepung sagu dan kunyit kerupuk yang dikenal dengan nama kerupuk Mie itu laris manis diburu para pecinta menu buka puasa.

Salah satu produsen kerupuk kuning di Kampung Kaumpandak RT 03 RW 11, Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor kebanjiran order tambahan sejak awal Ramadan dari pada hari biasanya sebelum Ramadan. Usaha rumahan tersebut biasanya dalam sehari dapat memproduksi hingga 3 Kuintal kerupuk kuning atau dalam hitungan penjualan dapat memproduksi dan memasarkan 70 hingga 80 bal kerupuk dalam satu hari.

Memasuki Ramadan, permintaan semakin meningkat hampir 100 persen dari hari biasanya. “Kalau bulan Ramadan itu bisa tambah 50 sampai 70 bal seharinya. Jadi maksimal 120 bal per hari, iya hampir 100 persen tambah permintaannya,” kata salah satu pengelola produksi kerupuk kuning, Edwin saat itemui heibogor.com, Senin (19/4/21).

Memasuki Ramadan, permintaan semakin meningkat hampir 100 persen dari hari biasanya. Mikail/heibogor.com

Untuk 1 bal penjualan kerupuk yang biasa disantap bersama asinan maupun dijadikan camilan itu dihargai Rp60 ribu/bal atau berkisar 4 kilogram kerupuk mentah. Meski meroketnya jumlah pemesanan, namun tidak berdampak terhadap harga di pasaran.

“Kita tetap jual Rp60 ribu untuk 1 bal walau bulan Ramadan, biasa dipasarkan di Cibinong, Jakarta sampai Cilegon. Tahun lalu juga harga tetap sama kita jual di pasaran, jadi tidak berubah,” jelasnya.

Menurutnya, banyak bertambahnya jumlah pesanan tidak terlepas dari masyarakat yang menjadi pedagang musiman saat Ramadan. Mereka biasa menjual kembali kerupuk kuning sebagai santapan tambahan untuk menu berbuka puasa.

“Biasanya kalau udah masuk bulan puasa seperti ini itu kan banyak masyarakat yang tadinya tidak berdagang, jadi berdagang. Mereka jual makanan yang pakai kerupuk kuning, nah ini jelas membuat permintaan di pasaran juga bertambah,” bebernya. Ia juga menjelaskan, situasi pandemi Covid-19 tidak berdampak terhadap produksi. Para pekerja tetap bekerja setiap harinya dan tidak berdampak terhadap penjualan.

“Bulan Ramadan tahun lalu pun sama, banyak pesanan. Hampir sama seperti sekarang cuman lebih sedikit jumlahnya karena kan tahun lalu masyarakat mungkin masih pada takut beli-beli takjil keluar rumah,” sambungnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.