Lapas Gunungsindur Terisi Puluhan Napiter Jadi Momok Warga Binaan Narkotika

0 54

Heibogor.com – Ada 56 orang Narapidana Terorisme (Napiter) ditempatkan di Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Hal tersebut menjadi pertanyaan khusus mengapa Lapas Narkotika ditempatkan para Napiter.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat, Sudjonggo menjelaskan, bahwa Lapas Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur termasuk dalam Lapas High Risk atau atau khusus untuk napi berisiko tinggi yang dianggap bahaya di wilayah Jawa Barat.

Selain itu, keterisian lapas narkotika untuk para teroris lantaran pada saat mencuatnya berbagai aksi terorisme, lapas tersebut masih kosong dan diisi oleh para Napiter.

“Awalnya ini dibangun untuk napi narkotika, tapi sebelum dimulai masih kosong. Kemudian kasus terorisme bermunculan dan sangat sayang atau mubazir kalau lapas ini tidak diisi,” terang Sudjonggo, Kamis (15/4/21).

Ke depan pihaknya akan mengevaluasi hal tersebut untuk menyesuaikan peruntukan lapas dengan narapidana atau warga binaan yang ada. “Perlahan kita coba evaluasi, high risk ini akan tetap tapi khusus narkotikanya akan kita coba evaluasi ke depan,” cetusnya.

Diketahui, sebanyak 34 Napiter menyatakan ikrar setia kepada NKRI di Lembaga Permasyarakatan Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Sudjonggo mengatakan dari 56 warga binaan terkait kasus terorisme, 34 di antaranya menyatakan ikrar setia hari ini. Sementara, 22 lainnya masih dalam pembinaan. “Terdapat 22 napi tindak terorisme yang belum mengucap sumpah ikrar NKRI. Sehingga terus dilakukan pembinaan yang berkelanjutan agar mereka bertekad kembali ke NKRI,” tutupnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.