Salat Tarawih dan Bukber Diperbolehkan, Ade Yasin: Tetap Harus Jaga Jarak

0 69

Heibogor.com – Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) membuat sejumlah kebijakan dan aturan khusus terkait ibadah bulan Ramadan.

Bupati Bogor, Ade Yasin memaparkan kebijakan yang bakal diterapkan berfokus pada ketentuan yang mengatur pelaksanaan ibadah dan protokol kesehatan (prokes), mengingat bulan Ramadan tahun ini masih dalam pandemi Covid-19 terutama dalam salat tarawih.

“Aturan ini merupakan perubahan khusus selama bulan Ramadan mengatur terkait ibadah,” kata Ade Yasin usai rapat persiapan Ramadhan di Gedung Sekretariat Daerah, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (12/4/21).

Ade menjelaskan ibadah wajib umat islam dan salat tarawih tidak dilarang dilakukan di masjid dan musala. Hanya saja terdapat pembatasan di dalamnya untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Masjid dan Musala dilakukan pembatasan hanya untuk salat fardu dan tarawih dengan membatasi kapasitas 50 persen dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Jaga jarak minimal 1 meter,” ungkapnya.

Untuk masyarakat yang tergolong lansia, komorbid, anak-anak disarankan untuk menjalankan salat tarawih di rumah lantaran termasuk kelompok yang rentan terpapar Covid-19.

Kegiatan lain seperti buka bersama (bukber) dan sahur pun disarankan untuk dilaksanakan di rumah. Di samping itu, setiap rumah ibadah wajib melakukan penyemprotan disinfektan sebelum dan sesudah melaksanakan ibadah.

“Sementara belum boleh untuk melakukan itikaf karena waktunya lama bisa lebih dari 3 jam dan itu rawan akan penularan Covid-19. Pengawasan prokes dilaksanakan oleh Satgas wilayah masing-masing baik di desa atau kecamatan,” tutupnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.