Tetap Waspada dan Hindari Kerumunan Selama Bulan Suci Ramadan

0 69

Heibogor.com – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor akan melakukan antisipasi terjadinya kerumunan karena meningkatnya aktivitas di bulan suci Ramadan 1442 Hijriah tahun 2021. Hal itu, dikatakan Wali Kota Bogor, Bima Arya usai apel gabungan Operasi Kurma Raya di Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi), Jalan Sudirman, Kota Bogor, Senin (12/4/21).

Bima mengatakan, ada tiga waktu yang berpotensi kerumunan dan harus diantisipasi yaitu menjelang buka puasa, saat tarawih dan menjelang sahur. “Saat ini, tren penyebaran Covid-19 di Kota Bogor cukup terkendali dan kasusnya menurun. Namun, saya ingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan melakukan berbagai upaya antisipasi,” ucap Bima.

Bima pun menginstruksikan kepada seluruh jajaran di wilayah untuk mengawasi dan segera bertindak ketika ada kerumunan. Dirinya ingin Ramadan tahun ini situasinya lebih khusyuk tanpa ada gangguan lain.

“Kita tidak mau lengah untuk tetap mengawasi dan menerapkan protokol kesehatan. Tempat-tempat hiburan malam harus tutup. Jangan terjadi kerumunan hingga membuat lonjakan Covid-19,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Susatyo Purnomo Chondro menuturkan, di bulan Ramadan aktivitas masyarakat akan meningkat terutama di waktu berbuka puasa, salat tarawih dan sahur. Dari itu, pihaknya akan menurunkan 800 personil yang diberi nama Polisi Ramadan.

Menurut Susatyo, Polisi Ramadan diturunkan guna memberi pengawasan di sejumlah masjid yang memang memiliki jamaah cukup banyak sehingga penerapan protokol kesehatan harus lebih ditingkatkan.

“Jadi, nanti polisi Ramadan ini akan bekerjasama dengan DKM masing masing masjid. Setelah di telusuri ada 850 masjid di Kota Bogor. Namun, yang memiliki jamaah cukup banyak ada 147 masjid yang akan di jaga polisi Ramadan,” kata kapolresta.

Selain menurunkan Polisi Ramadan, Polresta Bogor Kota juga menurunkan sejumlah personil dalam Operasi Kurma Raya untuk mengawasi Kamtibmas selama 24 jam.

“Personil Ops Kurma Raya untuk mobile kita turunkan 30 personel. Nanti akan berkolaborasi dengan aparatur wilayah guna pengawasan kegiatan ilegal maupun ganguan lainnya,” bebernya.

Kapolresta mengingatkan bahwa hal tersebut menjadi tantangan bagi semua, agar pada saat Ramadan semua komponen bekerja. Jangan sampai Kota Bogor kembali ke zona merah.

“Di bulan Ramadan juga menjadi tradisi bagi anak muda untuk tawuran terutama di waktu Sahur on The Road (SoTR), tentu kita juga menyiapkan tim Polisi Ramadan untuk mengawasi dengan berkolaborasi aparatur wilayah,” ungkapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.