Persiapan Belajar Tatap Muka Harus Matang Tenaga Didik Wajib Lulus Vaksinasi

0 90

Heibogor.com – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menyatakan, bahwa vaksinasi bagi tenaga pendidik memang menjadi prioritas saat ini di Kota Bogor.

Dedie mengaku, jika rencana pembelajaran tatap muka (PTM) ini nyatanya sudah dimulai Juli nanti, maka para guru, kepala sekolah, hingga perangkat lain yang ada di sekolah lebih siap karena sudah divaksin.

“Kalau semua atau seluruh stakeholder di sektor pendidikan sudah divaksin, pemerintah akan lebih percaya diri. Terutama dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka di bulan Juli nanti,” katanya.

Dedie juga mengaku sepakat dengan kebijakan pemerintah di tingkat pusat, jika memang PTM dimulai. Apalagi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dilakukan oleh semua instansi pendidikan.

“Begitu juga dengan pembatasan ruangan hingga jam pembelajaran. Vaksin ini menjadi salah satu indikator di mana pelaksanaan PTM itu akan menjadi aman apabila nantinya diberlakukan,” tambah Dedie.

Menanggapi rencana pada Juli 2021 mendatang, anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Devie Prihatini Sultani menyarankan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, melakukan persiapan yang matang sebelum sekolah dibuka kembali.

“Ya, harus dipersiapkan benar-benar. Protokol kesehatan seperti apa. Isi ruangannya steril dan dilakukan penyemprotan disinfektan, siswa-siswi wajib menggunakan masker,” kata Devie, Kamis (8/4/21).

Untuk ini, lanjutnya, komisi IV akan melakukan peninjauan ke sekolah sebelum penerapan PTM. Hal itu dilakukan untuk memastikan kesiapan sekolah terutama untuk jenjang pendidikan sekolah dasar.

“Kalau saya lebih aware untuk tingkat SD yang masih agak rawan, tapi semua itu bisa berlangsung kalau ada izin dari orang tuanya,” tandasnya.

Politisi NasDem itu juga menyinggung soal teknis PTM nanti, apakah setiap hari akan beda kelas. Namun, sambung dia, peserta didik yang pasti satu ruang kelas minimal di angka 50 persen.

Selain PTM, menurutnya, harus diadakan juga Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang nantinya menggunakan sistem shif (bergantian). Begitu juga tenaga pendidik itu harus sudah menerima vaksin Covid-19 apabila akan diterapkan PTM.

DPS sapaan akrabnya mengatakan bahwa pada Juli sudah pasti terkait PTM ini. Namun hal itu baru 30 persen diterapkan pada sekolah di wilayah zona hijau.

“Saya kalau untuk TK dan SD belum setuju dilakukan PTM. Karena mereka belum tahu bahwa penyakit ini berbahaya. Apakah guru mengawasi murid untuk menerapkan prokes, dan dicoba boleh tapi harus ada evaluasi dari Dinas Pendidikan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, sejak 1 April lalu, Pemkot Bogor terus mengejar penyuntikan vaksinasi terhadap para tenaga pendidik. Hal ini sebagai upaya antisipatif dari Pemkot dalam menghadapi PTM. Vaksinasi menyasar 6.000 tenaga pendidik di Kota Bogor dari tingkat SMP dan SMA.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.