Wirjawan Hardjamulia Lansia Berusia 104 Tahun Rileks Berhadapan Jarum Suntik Vaksin Covid-19

RS Vania Berikan Fasilitas Vaksinasi bagi Lansia

0 434

Heibogor.com – Vaksinasi Covid-19 terus dilaksanakan demi memutus mata rantai virus Corona yang sudah setahun melanda. Tak hanya usia produktif, adalah Wirjawan Hardjamulia menjadi pria lanjut usia (lansia) tertua yang menerima vaksin Covid-19 di Indonesia. Pria asal Kota Bogor, yang genap berusia 104 tahun ini, menggeser rekor lansia asal Jakarta dan Bandung, yang mengikuti vaksin dengan usia 100 tahun.

Diketahui, Wirjawan merupakan warga Sukasari III No.76 RT/RW. 007/001 Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur. Pria kelahiran Tangerang, 10 Desember 1916 ini, mendapat suntikan vaksin Covid-19 dengan nomor antrean 19 di Rumah Sakit Vania, Jalan Siliwangi, Bogor Timur, Kota Bogor, pada Selasa (23/3/21) pagi.

Meski berjalannya dibantu dengan tongkat dari besi namun secara medis Wirjawan memiliki kesehatan yang cukup prima. Tidak hanya masih bisa mendengar dan berbicara dengan baik, saat screening Wirjawan memiliki tensi 160/100 dan suhu tubuh 36,8. Bahkan, saat disuntik pun Wirjawan terlihat santai tanpa ada rasa takut sedikit pun.

Anak ketiga Wirjawan, dr Indri (72) mengungkapkan rahasia ayahnya bisa berumur panjang. Rahasianya selalu berpikir positif, menerapkan pola makan, aktivitas, dan istirahat yang teratur serta yang utama berdoa serta bersyukur kepada Tuhan.

“Ayah saya sangat disiplin dalam menjalankan aktivitas sehari hari mulai dari olahraga, makan, istirahat, ibadah ke gereja. Ya, tidak ada sesuatu yang khusus, yang beliau rutin lakukan setiap pagi itu minum air hangat, susu, sarapan, makan telur rebus, dia juga suka membaca dan olahraga jalan di sekitar rumah,” kata Indri.

Ia menuturkan, saat ayahnya mendapat tiket vaksin, dirinya dan beberapa saudara lainnya sempat berpikir tidak perlu ayahnya mengikuti vaksi melihat usianya yang sudah sangat tua. “Hanya di faktor usia saja yang awalnya kita ragu. Kalau dari pribadi ayah kita sih dia siap-siap aja. Ngga takut, ngga ragu, apalagi kesehatannya masih cukup bugar. Akhirnya kita antar dan dampingi ayah kita untuk di vaksin agar ayah kita tetap sehat melawan virus di usianya yang sudah lanjut ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, pelayanan vaksinasi di RS Vania sangat baik. Para nakes cukup aktif memberikan informasi seputar program vaksin Covid-19 mulai dari sosialisasi manfaat vaksin hingga pelaksanaan vaksinasi. Itu dipandu dengan baik.

“Saya menilai program vaksinasi Covid-19 sangat membantu yang tujuannya melindungi masyarakat dari paparan virus Covid-19. Kami berharap program vaksinasi yang dilakukan pemerintah dapat menekan penyebaran virus Covid-19. Terima kasih juga buat RS Vania atas fasilitasi pelayanan yang diberikan,” ucapnya.

Kepala Humas dan marketing RS Vania, Dede Nurhasan Suryadi menjelaskan, sebelum disuntik, penerima vaksin akan melalui screening kesehatan dan juga pemeriksaan tensi darah. Bila tensi darah kurang dari 180, maka lansia diperbolehkan untuk menerima vaksin. Pak Wirjawan mendapatkan suntikan vaksin di lengan kirinya. Usai disuntik, penerima vaksin diwajibkan menunggu selama 30 menit untuk dilakukan observasi.

Dede mengatakan, ini adalah vaksinasi untuk lansia gelombang pertama. Target sasaran lansia yang digelar di RS Vania ini sebanyak 600 orang selama lima hari. “Sehari itu 120 lansia yang divaksin. Ini sudah berjalan dari tanggal 17 Maret. Ini hari kelima hari terakhir di gelombang pertama. Untuk vaksin gelombang kedua itu 14 hari setelah gelombang pertama,” kata Dede.

Untuk teknis pengambilan tiket, sambung Dede, peserta bisa mengambil tiket vaksin pengantar dari RT RW atau bisa melalui puskesmas setempat jika RT RW belum mengetahui. Untuk Pak Wirjawan, beliau menjadi lansia tertua yang mengikuti vaksin. Dari pemberitaan yang beredar, lansia tertua di Indonesia yang di vaksin itu berusia 100 tahun. Pak Wirjawan mungkin saat ini menjadi pemegang rekor lansia tertua yang divaksin dengan usia 104 tahun.

“Tentunya ini menjadi motivasi untuk masyarakat agar tidak ragu dan takut divaksin. Karena lansia pun cukup rentan terserang virus. Vaksinasi itu, tidak berbahaya karena tujuan dari vaksinasi ini untuk menjaga tubuh dari terpapar virus,” terangnya.

Dede menambahkan, tenaga kesehatan (nakes) di RS Vania sendiri sudah 95 persen yang divaksin yakni sebanyak 276 orang. Sisanya yang belum divaksin dikarenakan beberapa faktor seperti komorbid, ibu hamil, dan sedang menyusui.

“Nakes RS Vania juga ikut serta sebagai vaksinator di beberapa tempat yang diadakan Pemkot Bogor. Sosialisasi yang dilakukan juga sangat baik karena setelah adanya program ini, banyak pasien yang menanyakan kapan jadwal vaksin dan ingin di vaksin,” ungkapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.