Hobi Otodidak Jakaria Hasilkan Miniatur Bus dari Kertas

0 117

Heibogor.com – Menekuni hobby secara konsisten dan mau mengembangkannya lebih luas tentu dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Hal itulah yang dilakoni Jakaria (32) selama setahun kebelakang ini dengan membuat miniatur bus dari seni merakit kertas (papercraf) dan memasarkannya secara daring.

Ia menceritakan, awal kenal dengan miniatur bus dari papercraf ini dari komunitas Bus Simulator Indonesia (bussid). Ketertarikannya pada bus, mencuatkan keinginannya untuk membuat sendiri miniatur bus.

“Dari ikut komunitas itu saya banyak bertanya cara membuatnya. Di situ saya belajar secara otodidak. Itu di akhir 2019. Di awal 2020 baru saya fokus tekunin menjadi aktivitas sehari hari,” kata Jakaria, saat ditemui di workshop nya di kawasan Menteng Asri, Kota Bogor, Selasa (9/3/21).

Ia menjelaskan, dipilihnya bahan papercraf karena mudah didapat dan dibentuk. Papercraft sendiri adalah seni membuat model yang mengambil bentuk-bentuk obyek asli namun dengan skala yang diperkecil seperti misalnya bentuk kapal, pesawat, bus, bangunan dan lain sebagainya.

Model itu, terbuat dari sebuah pola yang nantinya akan dipotong, dilipat dan dilem sehingga membentuk sebuah model. Jadi, selain papercraf alat yang dibutuhkan yakni gunting, pisau cutter, penggaris, dan lem.

“Karena masih manual untuk lama pembuatan memakan waktu 1 sampai 2 hari tergantung ukuran. Sedangkan untuk harga dibanderol mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 500 ribu tergantung ukuran dan detail bus seperti jika pakai lampu itu Rp100 ribu. Kalau ukuran besar full spek plus interior itu Rp 450 sampai 500 ribu,” katanya.

Selama setahun menekuni usaha tersebut, Jakaria telah berhasil membuat ratusan miniatur bus dengan berbagai macam livery. Miniatur bus itu, ia promosi dan pasarkan secara daring yakni melalui media sosial facebook dan instagram. Pembeli juga dapat memesan model miniatur bus sesuai keinginan. Selain lewat daring, pembeli dapat memilih langsung berbagai model miniatur bus yang dipajang di lapaknya yang berlokasi di perumahan Menteng Asri tepatnya di sebelah Kelurahan Menteng Asri.

“Untuk pembeli tidak hanya dari sekitar wilayah Bogor, tapi juga dari beberapa kota seperti Cirebon, Majalengka, Bekasi, Cikarang, Banten, dan Tangerang, sampai Sumatera Selatan yang di luar Jawa,” ucapnya.

Sekarang ini, lanjut Jakaria, penjualan miniatur bus yang ia produksi mengalami penurunan dari yang tadinya bisa terjual 20 unit per bulan di masa sebelum pandemi sekarang hanya di bawah 10 unit per bulan.

“Ya, ikut terdampak juga penjualan menurun karena pesanan tidak tentu. Ya, kadang bisa 5 sebulan, kadang 7,” ungkapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.