Apeksi Kembangkan Kota Cerdas Kolaborasi Pemulihan Ekonomi Selama Pandemi

0 93

Heibogor.com – Wali Kota Bogor, Bima Arya yang juga menjabat Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) bersama 12 wali kota yang menjadi pengurus dan pimpinan Komisariat Wilayah (Komwil) Apeksi periode 2021-2024 menggelar Rapat Pengurus di Hotel Bigland, Jalan Malabar, Tegallega, Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (6/3/21).

Rapat perdana pengurus Apeksi yang langsung dipimpin Bima Arya, membahas sejumlah agenda dan isu terkini, yakni program kerja Apeksi Tahun 2021 dan rekomendasi Apeksi kepada Pemerintah Pusat terkait isu kekinian, di antaranya Penguatan Economy Recovery di masa pandemi, Penguatan Data Bantuan Sosial yang akurat dan transparan, hingga mendorong dianggarkannya kembali Dana Kelurahan guna mendukung kebijakan pencegahan dan penanganan Covid-19.

Bima menjelaskan, para kepala daerah yang hadir tersebut merupakan Dewan Pengurus dan para Ketua Komisariat Wilayah Apeksi periode 2021-2024 yang belum lama ini dikukuhkan Mendagri Tito Karnavian dalam Musyawarah Nasional VI Apeksi yang digelar di Jakarta, Kamis (11/2/21) lalu.

“Ini rapat pertama Apeksi dengan jajaran Dewan Pengurus dan Ketua Komisariat Wilayah yang baru. Kami akan membahas berbagai hal, termasuk menyikapi isu-isu terkini,” ungkap Bima Arya.

Selain itu, Bima menambahkan, semangat Apeksi adalah semangat kebersamaan. Sehingga pada pertemuan tersebut akan dilakukan berbagai kegiatan kolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya dengan Forum Rektor Indonesia (FRI).

“Kita perkuat sinergi melalui kerjasama antar daerah dan berbagai pihak lainnya. Karena memang semangat dari Apeksi ini adalah semangat kebersamaan. Makanya kami akan membuat kesepakatan bersama juga dengan Forum Rektor Indonesia yang berkaitan dengan sinergitas kota dengan kampus,” jelasnya.

Bentuknya kerjasama antara Apeksi dengan FRI adalah mendukung percepatan pembangunan di kota-kota lokasi perguruan tinggi masing-masing, serta penggunaan teknologi tepat guna dan hasil penelitian keilmuan yang dilahirkan oleh perguruan tinggi guna akselerasi kesejahteraan masyarakat di kota-kota anggota Apeksi.

Apeksi sendiri merupakan asosiasi yang beranggotakan 98 pemerintah kota se-Indonesia yang bertujuan membantu anggotanya dalam melaksanakan otonomi daerah dan menciptakan iklim yang kondusif bagi pembentukan kerjasama antar pemerintah daerah.

Selain acara rapat pertama Apeksi dengan jajaran Dewan Pengurus dan Ketua Komisariat Wilayah yang baru, rangkaian kegiatan lainnya para Dewan Pengurus APEKSI di Kota Bogor, yaitu penanaman pohon di wilayah Sempur; dan penandatanganan MOU dengan Forum Rektor Indonesia di Taman Ekspresi, Sempur, Kota Bogor.

Realisasi Ilmu Penelitian Berbasis Teknologi

Kesepakatan tersebut tertuang dalam perjanjian mengenai ruang lingkup kesepakatan bersama meliputi realisasi Tri Dharma perguruan tinggi oleh civitas akademika untuk percepatan pembangunan di kota-kota lokasi kampus atau universitas masing-masing.

Kemudian, penggunaan teknologi tepat guna dan hasil penelitian keilmuan yang dilahirkan universitas bagi akselerasi kesejahteraan masyarakat di kota-kota anggota Apeksi.

Selanjutnya, peningkatan kegiatan bagi komunitas atau warga kota yang lebih kreatif berupa pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN), pendampingan bisnis dan badan usaha, laboratorium sosial dan penggalangan partisipasi serta aspirasi warga dan civitas akademika, pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang sinergi penanganan Covid-19, urban farming.

Tak hanya itu, kesepakatan bersama juga meliputi pengembangan kota cerdas, pengembangan creative hub dan kewirausahaan berbasis komunitas, pengentasan kemiskinan dan bidang-bidang lain yang disepakati bersama sesuai kebutuhan para pihak, sesuai dengan perundang-undangan.

Prof Arif Satria didampingi Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Prof Fatah Sulaeman mengungkapkan harapannya agar perjanjian yang ditandatangani mampu mengakselerasi proses pembangunan yang ada di daerah anggota Apeksi yang berjumlah 98 kota.

“Kesepakatan bersinergi dalam penanganan Covid-19 dan urban farming saya kira hal yang sangat penting, karena urban farming jadi hal yang sangat krusial di masa pandemi covid-19,” katanya

Hal yang tidak kalah penting kata Rektor IPB University adalah Anti Stunting. Pasalnya, Stunting sudah menjadi isu nasional, bahkan internasional yang harus diatasi bersama-sama antara kampus dan pemerintah kota.

“Dengan sinergi seperti sekarang ini, semoga berbagai persoalan kota dan mimpi para wali kota tentang Smart City dan Green City bisa mudah direalisasikan setelah berkolaborasi dengan FRI. Saat ini eranya kolaborasi dan dalam menghadapi ketidakpastian kita tidak bisa sendiri-sendiri, harus bersama-sama,” tegasnya.

Sementara itu, Bima Arya menyebut bahwa saat ini adalah eranya kolaborasi antara Pemerintah Kota dengan seluruh unsur, termasuk dengan kampus. “Kami semua sepakat bahwa ini adalah era kolaborasi, semuanya harus sinergi, kota tidak bisa sendiri, kota harus bersama-sama. ini adalah contoh sinergi kolaborasi antara kota dengan kampus. Kita percaya bahwa kota harus didorong dengan ilmu, kota harus didorong oleh perencanaan yang matang, bisa urban farming, bidang ekonomi, scientific management dan lain sebagainya.

“Jadi kita mendorong anggota kami yang 98 (kota) bermitra dengan kampus di wilayah masing-masing. Kerjasama-kerjasama lainnya tadi juga sudah disepakati dengan UCLG, Systemiq, Katadata, Universitas Pertamina dan sekarang dengan Forum Rektor Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.