Polisi Masih Buru Sekdes Cipinang Selewengkan Dana Bansos Rp54 Juta

0 55

Heibogor.com – Polisi masih memburu Sekretaris Desa (Sekdes) Cipinang, Rumpin, Kabupaten Bogor yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) lantaran menjadi salah satu pemegang uang korupsi bansos yang dititipkan oleh LH (32) kepala seksi (Kasi) Pelayanan di Kantor Desa Cipinang beberapa waktu lalu.

Kapolres Bogor, AKBP Harun mengatakan pihaknya masih melakukan pencarian, karena pada saat melakukan OTT di kantor desa, Sekdes tersebut sudah tidak ada di kantornya membawa uang korupsi bantuan Covid-19 dari Kementerian Sosial (Kemensos) senilai Rp54 juta.

“Sekdes ini awalnya ada di sana (kantor desa), pada saat ramai-ramai kita operasi, dia sudah hilang,” kata Harun di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (4/3/21).

Pihaknya membuat tim khusus untuk memburu Sekdes menelusuri dari pihak keluarga maupun tempat-tempat yang disinyalir menjadi tempat singgah sang sekdes.

“Ada tim khusus kita kerahkan untuk menangkap sekdes ini. Masih kita telusuri baik dari keluarga mupun tempat-tempat yang dia singgahi. Namun sampai saat ini belum kita temukan,” jelas Harun.

Harun menegaskan bila keberadaan sang Sekdes sudah terendus, pihaknya bakal langsung mengerahkan tim untuk menangkap Sekdes.

“Kalau kami tahu tempatnya sudah pasti tidak DPO lagi, kalau kabur keluar kota dan kita tahu kota mana sudah pasti ditangkap,” tegasnya.

Sebelumnya, uang tunai bantuan Covid-19 dari Kementrian Sosial (Kemensos) senilai Rp54 juta yang ditilap LH (32) oknum kantor Desa Cipinang, Rumpin, Kabupaten Bogor dititipkan ke Sekretaris Desa (Sekdes) setempat.

Harun mengatakan uang hasil tilap tersebut kini berada di Sekdes yang masih Daftar Pencarian Orang (DPO). “Kasus ini merupakan inisiatif tersangka LH menyalahgunakan bansos tunai ini, uangnya kini diserahkan ke Sekdes dan masih kita selidiki karena Sekdes masih DPO,” ungkapnya.

Lebih lanjut Harun mengatakan satu oknum Kantor Desa Cipinang, Rumpin, Kabupaten Bogor berinisial LH (32) diamankan polisi karena kedapatan menilap uang tunai bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19.

LH yang merupakan Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan di Kantor Desa Cipinang, Rumpin menilap uang tunai bansos dari Kementerian Sosial (Kemensos) senilai Rp600 ribu per bulan selama periode April, Mei dan Juni 2020 silam.

“Kita amankan satu tersangka berinisial LH, Kasi Pelayanan Desa Cipinang karena penyalahgunaan dana penanganan fakir miskin tahun 2020,” kata Harun.

Harun memaparkan dalam satu desa tersebut terdapat 855 warga yang mendapatkan bantuan tunai tersebut. Dari 855 tersebut, 30 orang dalam data penerima bermasalah atau kekosongan data penerima karena terdapat 7 orang atas nama ganda, 2 orang meninggal dunia, 2 orang sudah mendapatkan bantuan lain dan 19 orang sudah pindah alamat.

“Oleh tersangka, 30 nama bermasalah itu bekerjasama dengan tetangganya. Mereka diminta menjadi orang-orang palsu itu. Terdapat 15 orang yang mengaku sebagai 30 orang data tersebut. Artinya 1 orang yang tersangka mengaku sebagai 2 orang berbeda,” terang Harun.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.