Polisi Amankan Sindikat Curanmor Gunakan Senpi

0 61

Heibogor.com – Aksi kriminal tidak lagi pandang bulu menyasar korbannya, baru-baru ini Polres Bogor berhasil mengamankan tersangka pencurian sepeda motor (curanmor) yang menggunakan senjata api (senpi) saat melakukan aksinya.

Kapolres Bogor, AKBP Harun mengatakan kasus ini bermula saat tim Resmob Polres Bogor mengamankan AW (34) warga Citereup, Kabupaten Bogor yang menjadi Target Operasi (TO) bersama 6 tersangka curanmor lain dalam satu sindikat dalam Operasi Jaran Lodaya 2021.

“Penangkapan terhadap AW, kemudian dikembangkan terhadap pelaku lain YP, TD, JS beserta barangbukti 1 pucuk senjata api rakitan dan 5 peluru untuk melakukan pencurian,” kata Harun di Mapolres Bogor, Kamis (4/3/21).

Harun menyebut senpi rakitan ditemukan di dalam tas selempang salah satu tersangka saat digeledah kepolisian pada Rabu (24/2/21) silam. Ditambah, barang bukti 1unit senpi dan 1 peluru milik AW, total terdapat 2 senpi dan 6 peluru. Hasil penyelidikan, senpi tersebut berasal dari Lampung.

“Jadi senpi ini mereka keluarkan sewaktu-waktu aksinya ketahuan masyarakat. Digunakan untuk mengancam, untuk melawan dalam pencurian,” katanya.

Para tersangka biasa melakukan aksinya di area parkir pertokoan dan rumah makan dengan rata-rata waktu beraksi pukul 10.00 WIB hingga 17.00 WIB. Berdasar hasil penyelidikan, selama tersangka menjalani aksinya dengan senpi, belum ada korban yang terluka akibat peluru senpi lantaran hanya digunakan tersangka untuk mengancam korban.

“Untuk korbannya tidak ada yang terkait dengan senjata api, tidak ada yang terluka. Ini digunakan pada saat mereka terdesak, tetapi saat ini belum pernah digunakan. Namun, pada saat penangkapan, dia (AW) melakukan perlawanan, kita lumpuhkan dengan tindakan terukur,” papar Harun.

Sementara para tersangka biasa menjual motor hasil curiannya kepada seorang penadah IP (33) asal Cianjur dengan harga Rp3juta sampai Rp4juta. Disamping itu, Polres Bogor juga berhasil mengamankan 53 tersangka curanmor dalam operasi tersebut.

Para tersangka dikenakan pasal 363 ayat (1) ke 3e, 4e, 5e KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Sementara, para penadah dikenakan pasal 481 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Kemudian tersangka perampasan dengan kekerasan kita kenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” jelasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.