PKS Tegaskan Miras Bisa Hancurkan Generasi Muda dan Banyak Mudaratnya

Dukung Pencabutan Perpres Investasi Minuman Keras

0 65

Heibogor.com – Presiden RI Joko Widodo secara resmi mencabut Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang bidang Usaha Penanaman Modal yang memuat aturan soal usaha miras.

“Bersama ini saya sampaikan, saya putuskan lampiran perpres terkait pembukaan investasi baru dalam industri miras yang mengandung alkohol saya nyatakan dicabut,” kata Jokowi dalam siaran pers virtual, Selasa (2/3/21).

Jokowi menjabarkan, alasannya mencabut lampiran perpres terkait investasi baru miras ini setelah menerima masukan dari ulama-ulama MUI, Nahdlatul Ulama NU, Muhammadiyah dan ormas-ormas lainnya, serta tokoh-tokoh agama yang lain, dan juga masukan-masukan dari provinsi dan daerah.

Menanggapi hal itu, anggota komisi IV DPRD Kota Bogor dari fraksi PKS, Sri Kusnaeni mengapresiasi keputusan yang dilakukan orang nomor satu di Indonesia itu. “Allhamdulillah saya sangat senang dan mengapresiasi langkah presiden mencabut Perpres tersebut,” kata Sri, Selasa (2/3/21).

Menurut politisi PKS bidang Kesejahteraan Masyarakat dan Pendidikan ini, meskipun ada persyaratan tertentu untuk bidang usaha ini, termasuk hanya bisa di daerah tertentu seperti Provinsi Bali, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Provinsi Sulawesi Utara, dan Provinsi Papua, namun Perpres ini menjadi hal yang meresahkan masyarakat.

“Begitupun dengan alasan presiden yang katanya untuk pemulihan ekonomi biar bisa insvestasi keuntungan buat pemasukan kas negara dan sebagainya. Dengan dalih alasan apa pun Perpres tersebut sangat meresahkan lebih banyak mudaratnya,” tegas dia.

Lebih jauh ia menjelaskan, orang sehat kalau minum minuman keras bisa melakukan banyak kejahatan mulai dari pemerkosaan, pembunuhan, dan sebagainya. Ini bertentangan dengan Pancasila dan semua agama juga melarang dan mengharamkan minuman keras (miras) karena miras ini banyak efek negatipnya dan dampaknya itu sangat luas. Boleh dikatakan sebagai induk dari segala macam kejahatan.

Ongkos kesehatan yang dikeluarkan untuk mengobati orang yang sakit karena miras juga akan lebih besar. Belum lagi dampak kejahatan baik terhadap anak, keluarga dan sebagainya.

“Ongkos yang akan ditanggung oleh negara untuk menyelesaikan semua permasalahan tersebut akan jauh lebih besar kalau dibandingkan dengan investasi yang dibilang tadi. Intinya saya menolak keras generasi ke depan mau jadi apa kalau anak mudanya bisa akses miras dengan gampang,” ucapnya.

Kalau bicara tentang ekonomi sambung Sri, sebenarnya kecenderungan para wisatawan sekarang di beberapa negara justru sedang mencari tempat-tempat yang halal atau halal tour karena mereka merasa lebih nyaman dan itu sudah menjadi tren di banyak negara termasuk di Indonesia.

“Jadi, tidak ada alasan yang bisa diterima untuk memperbolehkan investasi di miras. Penolakan terhadap pembukaan investasi minuman keras merupakan salah satu upaya partai kami untuk membela kepentingan rakyat. Pembelaan rakyat menyangkut berbagai dimensi kepentingan, baik keselamatan jiwa, kepentingan ekonomi, sosial, maupun politik. Pembelaan rakyat ini juga menolak adanya investasi minuman keras,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.