Makanan Sehat Kini Jadi Gaya Hidup, Milenial Diajak Regenerasi Budidaya Urban Farming

Pandemi Covid-19 Ubah Cara Perilaku Konsumtif

0 89

Heibogor.com – Sebanyak 40 Kelompok Tani Dewasa (KTD) dan Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kota Bogor mendapatkan bimbingan teknis (Bimtek) Pertanian di Hotel Salak, Jalan Juanda, Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (01/03/21).

Bimtek yang diberikan dalam dua gelombang ini, digelar selama dua hari dengan menghadirkan narasumber dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, bekerjasama dengan klinik tanaman IPB dan Anggota DPR RI, Budhy Setiawan.

Anggota DPR RI Budhy Setiawan yang turut memberikan bimtek mengatakan, selain agar kelompok tani dapat menjalankan program Kementerian Pertanian secara efektif, tujuan dari bimtek ini untuk mempopulerkan hasrat pertanian kepada masyarakat lain terutama kaum milenial agar ada regenerasi dari kelompok-kelompok tani.

Sebab, kata Budhy, sejauh ini antusiasme millenial lebih banyak di sektor jual-beli. Hanya sedikit yang dibudidaya. Dari itu, Kementerian Pertanian memberikan bimtek untuk memberikan sentuhan adanya budidaya berbasis teknologi sehingga menarik minat milenial untuk berbudidaya.

“Kalau trading kelompok milenial sudah banyak tapi kita arahkan juga agar mereka tertarik menggeluti sistem budidaya berbasis teknologi agar menarik minat milenial,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, untuk potensi pertanian yang bisa dikembangkan di Kota Bogor adalah pertanian berbasis hidroponik yang sekarang ini telah melayani sektor komersial seperti rumah-rumah makan yang banyak sekali membutuhkan sayur mayur produk hortikultura yang berbasis kepada hidroponik.

“Kota Bogor punya konsep urban farming yang selain bisa memenuhi kebutuhan perkotaan namun memiliki aspek komersialnya juga dan yang lebih penting bisa menjaga tingkat inflasi di daerah. Jadi, pengembangan pertanian dengan konsep urban farming di Kota Bogor ini menduduki nilai yang strategis,” ucapnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menyampaikan, pertama, pola konsumsi masyarakat berubah. Kedua, Potensi pertanian meningkat. Karena saat ini, timbul kesadaran masyarakat yang cenderung mengkonsumsi makanan sehat. Ketiga, potensi masyarakat yang beralih dari bidang pekerjaan yang konvensional akhirnya menggeluti usaha pertanian.

“Ketiga hal itulah yang membuat kita optimis pertanian perkotaan bisa dikembangkan di Kota Bogor apalagi dengan adanya bantuan dari pemerintah pusat,” kata Dedie.

Menurut Dedie, semenjak pandemi Covid-19 ada perubahan pola hidup di masyarakat. Di mana, makanan sehat menjadi salah satu sektor yang meningkat kebutuhannya. “Apabila kaum muda atau milenial bisa melihat ini sebagai peluang maka dapat mengambil peluang itu dengan cara memperdalam ilmu pertanian perkotaan,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.