Jangan Ragu untuk Ikut Vaksinasi, Aman dan Tak Ada Efek Samping

0 65

Heibogor.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali melakukan vaksinasi Covid-19 tahap kedua pada Senin (01/03/21) di Puri Begawan, Baranangsiang, Kota Bogor.

Vaksinasi yang akan dilakukan secara bertahap hingga April 2021 mendatang itu, menyasar pelayan publik mulai dari Wali Kota Bogor, Ketua KONI, Habib Abdullah Empang, pedagang pasar, pengemudi ojek, guru hingga wartawan.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menuturkan, kelompok yang menjadi sasaran vaksinasi tahap kedua adalah mereka yang merupakan pelayan publik, mulai dari ASN, pejabat publik, dan pedagang

“Kategori profesi pelayan publik di Kota Bogor yang masuk daftar penerima vaksin, seperti ASN, pejabat publik, TNI, Polri, DPRD, BUMN/BUMD, guru, dosen, pedagang pasar, tokoh agama, pelaku pariwisata hotel/resto, ojol, taksi online, wartawan, dan termasuk juga lansia,” kata Bima.

Bima menjelaskan, untuk semua penyintas sudah bisa melakukan vaksin namun terlebih dahulu harus di test untuk melihat titer dalam tubuh penyintas.

“Sebenarnya untuk titer setiap orang berbeda-beda ada yang tiga bulan hilang ada yang dua bulan. Ada yang bertahan 6 bulan ada yang bertahan 8 bulan. Kalau saya bulan ini genap satu tahun menjadi penyintas dan ternyata angka itu masih tinggi. Sebetulnya bagi penyintas boleh jika tidak ada efek samping. Setelah 3 bulan boleh-boleh saja tetapi bagi yang sudah tahu angkat titernya,” ujarnya.

Bima menyarankan kepada seluruh penyintas yang titernya masih terbilang tinggi agar memberikan kuota vaksin tersebut untuk orang-orang yang lebih membutuhkan.

Sedangkan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno mengatakan, vaksin massal tahap kedua ini ditargetkan akan selesai dalam 30 hari ke depan mengingat akan mendekati bulan Ramadan.

“Saya perhitungkan tadi 12 April kan puasa ya Ramadan, dengan jumlah per hari 2300 x 30 hari sasaran harus sudah sampai target,” kata kadinkes.

Selama vaksin berlansung dari tahap pertama hingga saat ini, kadinkes mengatakan belum mendapati keluhan mengenai efek samping yang terbilang fatal setelah divaksin. Begitu juga yang dirasakannya.

“Biasanya setelah 3 jam kemudian kebanyakan ngantuk, tapi saya sendiri enggak ada rasanya. Ada juga yang bilang pegal di tangan bekas suntikan. Hampir semua laporan yang saya dapatkan itu sama seperti yang saya rasakan. Jadi, tidak ada yang harus dikhawatirkan,” ungkapnya.

Wanita yang akrab disapa Retno ini menambahkan, kenapa divaksin? supaya terbentuk antibodi. Agar supaya terbentuk antibodi optimal tubuh juga harus menyiapkan diri. “Jadi, sebelum divaksin idealnya penerima vaksin harus cukup tidur jangan stres agar kondisi fisiknya bugar,” pungkasnya.

(Mg Devina/foto:Andi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.