Peminat Kursus Bahasa Turun 50 Persen Selama Pandemi Covid-19

0 77

Heibogor.com – Pandemi Covid-19 yang hampir satu tahun belakangan melanda tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan yang saat ini masih dalam Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Pandemi menyebabkan turunnya minat pelajar dan mahasiswa untuk menjalani les bahasa di sejumlah lembaga kursus.

Sebut saja sebagai contoh Lembaga Kursus Bahasa Lia Cibinong yang sejak awal pandemi langsung menerapkan PJJ atau belajar daring bagi peserta didiknya. Kepala Seksi Akademik Lembaga Kursus Bahasa Lia Cibinong, Ganesha H Rahardjo mengatakan minat pelajar untuk melakukan kursus les bahasa mengalami penurunan berdasarkan jumlah rata-rata pendaftar.

Berdasarkan data yang ada pada pihaknya, biasanya dalam satu term pendidikan kursus atau 3 bulan pembelajaran, rata-rata bisa diikuti 800 hingga 1200 siswa. Namun, saat ini di tengah pandemi Covid-19, rata-rata peserta didik untuk satu term, tidak pernah lebih dari 500 peserta.

“Jika dipresentasikan penurunannya mencapai 50 persen lebih, jika dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Kalau dihitung dari total kapasitas, paling slot yang terisi cuma 50 persen,” kata Ganesha, Jumat (26/2/21).

Bahkan ia mengungkap sejak awal pandemi pihaknya memberlakukan digitalisasi pada buku saku dan modul pembelajaran. Bahkan, demi memuluskan proses pembelajaran di tengah pandemi, materi pelajaran bisa langsung di download di laman resmi lembaga kursus.

“Pendistribusian materi juga kami lakukan lewat daring seperti google drive dan email. Kami juga siapkan forum khusus bagi siswa dengan mentor. Kami juga melakukan digitalisasi, seperti materi pelajaran, buku pegangan untuk siswa sesuai jenjang, kelas dan kebutuhan. Jadi nanti siswa tinggal download di website dan media yang kita sediakan. Tapi kalau siswa mau mengambil materi berupa buku atau CD kami persilahkan,” papar Ganesha.

Kendati demikian, pembelajaran kursus bahasa tetap dilakukan. Bahkan, semuanya berjalan hampir seperti biasanya, hanya berbeda dari metode pembelajaran yang semula menggunakan tatap muka, kini beralih ke daring.

“Secara umum sama, pembelajaran kita lakukan dua sesi untuk reguler, di hari Senin dan Rabu, Selasa dan Kamis dan Sabtu. Setiap pembelajaran kita lakukan selama dua jam, untuk menghindari kejenuhan, karena pembelajaran kita lakukan secara daring bukan dengan tatap muka,” tutupnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.