Lili “Barong” Hambali Dari Iseng Ikut Main Barongsai Kini Ramaikan Produknya ke Luar Negeri

0 132

Heibogor.com – Seni barongsai tak hanya dinikmati sebagai atraksi dalam kemeriahan tradisi tahun baru Imlek dan Cap Go Meh. Dibalik pertunjukan barongsai yang energik ternyata ada kreativitas dan keuletan dari pembuatnya. Di halaman rumahnya tempat Lili Hambali beserta enam orang rekannya membuat barongsai yang beralamat di Jalan Roda, Gang Angbun, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Di halaman rumahnya tempat Lili Hambali beserta enam orang rekannya membuat barongsai yang beralamat di Jalan Roda, Gang Angbun, Bogor Tengah, Kota Bogor. Zhaza/heibogor.com

Sejak awal tahun 2000 semenjak reformasi, berawal dari membetulkan barongsai yang rusak serta menjadi pemain barongsai juga, dari situ Lili mulai belajar otodidak sehingga menjadi pengrajin barongsai. “Waktu dulu coba-coba main barongsai terus karna sering dimainin kan jadinya rusak tuh barongsai nya, dan saya juga lulusan STM teknik akhirnya coba buat service betulin dikit-dikit barongsainya yang rusak nah dari situ awalnya,” ungkap Lili saat ditemui heibogor.com, Jumat (19/02/21).

Sejak awal tahun 2000 semenjak reformasi, berawal dari membetulkan barongsai yang rusak serta menjadi pemain barongsai juga, dari situ Lili mulai belajar otodidak sehingga menjadi pengrajin barongsai. Zhaza/heibogor.com

Lili ingat betul, modal awal dari membuat barongsai dari uang saku sendiri dan membuat barongsai terinspirasi dari barongsai luar dan untuk konsep dari setiap barongsai yang dia buat mengikuti aliran dari selatan. “Waktu itu ngumpulin uang saku buat bikin barongsai bahkan sampai pinjem uang ke teman-teman dan saya terinspirasi membuat barongsai itu dari barongsai luar khususnya aliran selatan seperti Hok San dan Fut San,” kenangnya.

Sebelum menjelang Imlek, kata dia, barongsai buatannya biasanya sudah menerima banyak orderan pesanan barongsai dari bulan Oktober dan pada bulan Januari sudah tutup orderan. Tetapi tahun ini mengalami penurunan pesanan hingga 50 persen akibat adanya wabah Covid-19.

“Biasanya menjelang Imlek kita sudah dapet orderan barongsai karena saking banyaknya orderan yang masuk terus juga takut keteteran, tetapi semenjak adanya wabah Covid-19 sekarang pesanan barongsai turun sampai 50 persen bahkan bisa lebih,” keluhnya.

Karya barongsai buatan tangannya kini sudah terjual di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke bahkan juga sudah terjual sampai keluar negeri seperti negara Eropa dan Timur Tengah. Menurut Lili support dari keluarganya sangat penting baginya dan juga  teman-teman nya dalam membangun usaha barongsai ini. Lili berharap ke depannya semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalu agar bisa melihat pertunjukan barongsai lagi dan bisa mengikuti perlombaan barongsai di dalam negeri ataupun luar negeri.

(MG/Zhaza)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.