Rehabilitasi Stadion Pakansari Molor Kadispora Berkilah Kurang Paham

0 86

Heibogor.com – Bupati Bogor, Ade Yasin bakal memanggil Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor kaitan dengan rehabilitasi Stadion Pakansari yang masih dikerjakan pihak penyedia jasa meski telah melewati tenggat waktu. Meski Ade mengaku belum mengetahui kabar itu. Ia berencana tetap akan memanggil Bambang Setiawan selaku Kadispora dalam waktu dekat.

“Belum ada laporan soal ini. Kami juga belum menerima informasi. Nanti saya akan panggil dahulu kepala dinasnya terkait masalah ini,” kata Ade Yasin di Kantor Desa Cipenjo, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Rabu (17/2/21) kemarin. Ade Yasin mengaku belum bisa berkomentar banyak mengenai hal ini, lantaran pihaknya belum menerima sejumlah keterangan dari pihak-pihak terkait rehabilitasi Stadion Pakansari.

Meski begitu, ia mempersilahkan penyidik untuk menindaklanjuti permasalahan ini bilamana kedapatan ada kejanggalan dalam proses pengerjaannya. “Di zaman seperti ini kan tidak boleh ada yang bisa disembunyikan, semuanya harus terbuka. Kalau memang harus diaudit ya silahkan saja, baik oleh inspektorat maupun BPK. Makannya nanti akan kami panggil kenapa bisa seperti ini, apa sebabnya,” terangnya.

Terpisah, Kadispora Kabupaten Bogor, Bambang Setiawan membenarkan, jika proyek rehabilitasi Stadion Pakansari melewati tenggat waktu pada 9 Februari lalu. Ia mengakui bila penambahan waktu 50 hari sejak 21 Desember 2021 bahkan belum dapat merampungkan rehabilitasi tersebut.

“Memang pengerjaan baru 91 persen atau belum selesai. Karena harusnya kan selesai 9 Februari kemarin. Tapi tetap penyedia jasa kita denda dari Desember lalu,” jelasnya. Ia berdalih penyebab utama lamanya pengerjaan yang tak kunjung rampung itu karena materil bahan bangunan mengalami keterlambatan pengiriman akibat Covid-19.

“Dari pihak penyedia jasa mengaku memang ada keterlambatan material masuk. Karena barangnya dari Cina dan kondisinya sedang Covid-19, pengiriman barang sempat terganggu, jadi terlambat,” terangnya. Disinggung soal habisnya masa perpanjangan waktu, Bambang mengaku belum bisa memberikan keterangan secara mandalam. Sebab, saat ini Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sedang sakit dan menerapkan Work From Home (WFH).

“Kalau teknisnya saya kurang tahu karena itu di PPK dan sekarang sedang sakit. Saya juga kurang paham soal perpanjangan waktu setelah dapat 50 hari perpanjangan itu,” kilahnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.