Ayo ke Mulyaharja Nikmati Suasana Pedesaan dan Belajar Bercocok Tanam Padi

0 126

Heibogor.com – Bagi Anda warga Bogor yang suka berwisata ke tempat-tempat yang bernuansa alam terbuka seperti pesawahan kini tak perlu lagi jauh-jauh ke luar Bogor. Kota Bogor kini memiliki destinasi wisata pesawahan hijau seluas 23 hektar yang tidak kalah menarik seperti yang ada di Magelang, Yogyakarta, ataupun Bandung. Bahkan luar pulau seperti Bali, Sulawesi dan Kalimantan.

Kampung tematik ini buka setiap hari dari pukul 07.00 WIB sampai 18.00 WIB. Zhaza/heibogor.com

Kampung Tematik Ciharashas Mulyaharja namanya. Visit Mulyaharja yang sudah lama dinanti masyarakat ini, berada di Selatan Kota Bogor tepatnya di Kampung Mulyaharja RT 05 RW 01 Kelurahan Mulyaharja. Letaknya tak jauh dari wahana wisata air The Jungle Bogor Nirwana Residence (BNR) atau dengan berbekal GoogleMaps, destinasi ini mudah ditemukan.

Tempat wisata ini menghadirkan konsep wisata edukasi yang menarik dengan dukungan pemandangan tengah sawah dan pegunungan yang Instagramable. Zhaza/heibogor.com

Tempat wisata ini menghadirkan konsep wisata edukasi yang menarik dengan dukungan pemandangan tengah sawah dan pegunungan yang Instagramable. Menariknya, keberadaan tempat wisata itu, tak hanya memberi keuntungan bagi masyarakat sekitarnya tapi juga menghidupkan perekonomian kelompok usaha kecil yang ada di wilayah tersebut.

Untuk menuju ke lokasinya, dari parkiran motor dan mobil yang telah disiapkan warga, pengunjung perlu berjalan sekitar lima menit untuk sampai loket gerbang jalan masuk yang dibuat dari kayu dan bambu. Dari pintu pos loket menuju pesawahan pengunjung harus berjalan lagi sekitar 100 meter. Hamparan persawahan yang ditemui menjadi spot terbaik pengunjung untuk melihat pemandangan indah sawah, gunung Salak lengkap dengan udara yang sejuk dan asri.

Pengunjung juga bisa belajar cara bercocok tanam padi organik dan belajar membuat biogas. Zhaza/heibogor.com

Untuk masuk pengunjung cukup membayar tiket sebesar Rp 10 ribu per orang. Kecuali untuk anak berusia 3 tahun ke bawah yang tidak perlu membayar alias gratis. Di sini pengunjung tak hanya menikmati nuansa alam yang asri dan Instagramable namun pengunjung juga bisa belajar cara bercocok tanam padi organik dan belajar membuat biogas.

 

 

Ketua Kelompok Penggerak Pariwisata (Kompepar) Mulyaharja, Oji Apandi menjelaskan, kampung tematik ini buka setiap hari dari pukul 07.00 WIB sampai 18.00 WIB. Saat pandemi ini, ada pembatasan jumlah pengunjung dan menerapkan protokol kesehatan yang harus dipatuhi pengunjung.

Untuk masuk pengunjung cukup membayar tiket sebesar Rp 10 ribu per orang. Kecuali untuk anak berusia 3 tahun ke bawah yang tidak perlu membayar alias gratis. Zhaza/heibogor.com

Kemudian di pesawahan ini, sepanjang pematang sawah sudah dibuatkan jalan dari kayu yang memiliki empat sayap dengan empat spot selfie. Kampung Tematik ini juga dilengkapi sejumlah fasilitas untuk menunjang aktivitas pengunjung seperti ayunan, kamar mandi, musala, kandang kambing, kandang sapi, biogas, bale riung yang bisa menampung 100 orang dan saung leuit dengan kapasitas 8 orang yang menawarkan paket menu makanan liwetan.

“Di sini ada Balai Riung yang merupakan tempat pengunjung beristirahat, ada saung kopi Mulyaharja, liwet, Paket liwetan Rp300 ribu untuk 10 orang, untuk 30 orang ada diskon tiket masuk harga paket liwetan Rp900 ribu serta jajanan dengan harga terjangkau. Spot-spot di sini modern, namun tidak merusak lingkungan,” katanya, Senin (1/2/21).

Bale Riung yang bisa menampung 100 orang dan saung leuit dengan kapasitas 8 orang yang menawarkan paket menu makanan liwetan. Zhaza/heibogor.com

Ia mengungkapkan, Kampung Tematik ini dikelola Kompepar Mulyaharja dengan melibatkan semua warga dan sejak dibuka untuk umum warga merasakan peningkatan ekonomi yang cukup signifikan. Meski Kampung Tematik Ciharashas Mulyaharja baru dibuka sejak 17 Januari 2021 tercatat ada 1.400 lebih pengunjung yang datang pada hari pertama dibuka. Sehari, rata-rata ada 400 pengunjung yang datang dari berbagai daerah.

“Selama Pandemi Covid-19 Maret 2020 silam banyak masyarakat yang ingin merasakan liburan dengan nuansa alam. Nah, setelah kita pelajari lingkungan, konsep-konsep desain, kita ada sawah. Akhirnya kita berinovasi menjadikan sawah modern. Lokasi ini, kami harapkan bisa menjadi alternatif wisata dan berharap kebersihan dijaga dan menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.