Polres Bogor Ciduk Dua Mucikari Perdagangan Manusia, Dijerat Hukuman Maksimal 15 Tahun

0 35

Heibogor.com – Dua mucikari tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) diamankan Polres Bogor di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (22/1/21).

Kedua tersangka LS dan NO diamankan di salah satu vila wilayah Megamendung, Kabupaten Bogor saat menjajakan 4 korban kepala lelaki hidung belang di 4 kamar berbeda.

“Berdasarkan laporan masyarkat di vila kawasan Megamendung kita dapati praktik prostitusi yang dilakukan karyawannya dan mucikari,” kata Kapolres Bogor, AKBP Harun saat konferensi pers kepada sejumlah awak media.

Harun menjelaskan para tamu menyewa vila tersebut melalui aplikasi pemesan penginapan. LS yang selaku karyawan menawarkan kepada para tamu bahwa tersedianya pekerja seks komersial (PSK) dalam vila tersebut. Untuk kemudian menghubungi NO sebagai mucikari menyediakan 4 korban yang berasal dari Bogor dan Cianjur kepada para tamu.

“Masing-masing korban dijanjikan uang Rp300 ribu, sementara dua tersangka mendapatkan keuntungan masing-masing Rp100 ribu dari tiap korban. Korban sendiri bervariatif mulai dari remaja berusia 17 tahun sampai usia 31 tahun,” jelas Harun.

Dari kedua tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti uang tunai Rp2 juta hasil transaksi, 2 handphone milik tersangka dan dua bungkus alat kontrasepsi.

Kedua tersangka dijerat dengan Undang-Undang Pasal 2 Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Pasal 296, 506 KUHP. “Dengan hukuman pidana penjara minimal 3 tahun dan paling lama 15 tahun,” ungkapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.