Pedagang Daging di Bogor Tetap Berjualan Tak Terpengaruh Isu Mogok Jualan

0 84

Heibogor.com – Ramai kabar bila sejumlah pedagang daging bakal mogok berjualan. Di Jakarta contohnya, sejumlah pedagang daging yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) melakukan hal tersebut.

Lalu bagaimana dengan pedagang daging di Kabupaten Bogor? Humas Perumda Pasar Tohaga, Isni Jayanti mengatakan, pihaknya sempat mendengar kabar tersebut. Namun, berdasarkan laporan di lapangan, sampai saat ini para pedagang daging masih berjualan seperti biasa.

“Kemarin dan hari ini kami sudah cek lapangan, para pedagang sapi di pasar-pasar kami masih berjualan seperti biasa. Walaupun memang ada kabar mogok jualan yang beredar, tapi sepertinya itu tidak berpengaruh kepada pasar-pasar di Kabupaten Bogor,” kata Isni, Rabu (20/1/21).

Menurutnya, sejak awal Januari sampai saat ini, harga daging di pasar tradisional di Kabupaten Bogor tergolong stabil dan minim mengalami lonjakan harga. “Untuk satu kilogram harga daging sapi di pasar berkisar di angka Rp110 ribu perkilogramnya. Paling tinggi itu Rp115 ribu per kilogram,” ucapnya.

Pihaknya belum bisa memastikan, apa penyebab munculnya wacana mogok jualan dari pedagang sapi tersebut. “Kami belum tahu penyebabnya apa, mungkin itu hanya terjadi di Jakarta saja. Kalau di Kabupaten Bogor masih seperti biasa,” tutupnya.

Sebelumnya, pedagang tahu menggelar aksi mogok berjualan. Hal tersebut lantaran harga bahan baku pembuatan tahu, yakni kacang kedelai mengalami peningkatan harga yang cukup tinggi di pasaran. Akibatnya, tahu menjadi bahan langka di sejumlah pasar tradisional.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.