Jaga Kualitas Produk Pertanian Penuhi Kebutuhan Ekspor Nasional

0 54

Heibogor.com – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Syahrul Yasin Limpo meminta Badan Karantina Pertanian (Barantan) terus menjaga kualitas produk pertanian Indonesia dalam memenuhi kebutuhan ekspor nasional sesuai program jangka panjang yang telah disusun bersama, yakni Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks).

Hal tersebut disampaikan Mentan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Barantan Tahun 2021 yang digelar di Hotel Swissbell Inn, Jalan Padjadjaran Indah, Baranangsiang, Kota Bogor, Selasa (12/1/21). Mentan menekankan pentingnya memahami tugas dan tanggung jawab setiap unit kerja agar mampu mengeksekusi agenda pelipatgandaan ekspor pertanian sesuai arahan dan petunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Pesan saya pahami dan mengerti tugas kalian dan kalian harus fokus pada program tiga kali lipat ekspor. Saya mau lihat ekspor yang digerakkan karantina di atas Rp500 triliun. Makanya Integritas dan Team Worknya harus kuat, harus transparan dan inovatif. Yang pasti polanya harus cermat, harus cepat dan akurat. Saya berharap ini bisa dilaksanakan dan mampu mengeksekusinya,” kata Mentan.

Mentan juga mengatakan, Badan Karantina Pertanian secara khusus akan diberi tugas untuk memimpin gerakan tiga kali ekspor (Geratieks). Ia meminta tugas tersebut bisa dilaksanakan secara baik, dengan mengedepankan inovasi teknologi dan meningkatkan sinergitas dengan seluruh entitas yang ada.

Menurut Mentan, sektor pertanian sejauh ini telah membuktikan diri mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional disaat sektor lainya terkontraksi akibat pandemi Covid 19 yang berkepanjangan. Bahkan, capaian ini masih bisa ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya dengan menjalankan program terintegrasi.

“Kita bersama telah membuktikan di tahap pertama tahun 2020, bahwa dengan program yang terintegrasi sektor pertanian kita berhasil mencapai target sesuai skema peningkatan tiga kali lipat bahkan menopang pertumbuhan ekonomi nasional.Tugas Saudara adalah memastikan agar produk pertanian kita dalam kondisi sehat dan aman. Kemudian dapat memenuhi kebutuhan pangan dan pakan masyarakat Indonesia. Tolong ini dikawal terus,” tambahnya.

Sementara, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil menjelaskan, aturan yang menjadi dasar kerja badan karantina adalah Undang-undang nomor 16 tahun 2016 yang telah diubah menjadi Undang-undang nomor 21 tahun 2019 yang mengatur tentang penambahan tugas.

Menurutnya, diperkarantinaan saat ini, tidak hanya mencegah keluar masuknya hama atau pemyakit hewan karantina atau organisme pengganggu organ hewan karantina. Tetapi juga termasuk melakukan pengawalan dan pengawasan produk pangan termasuk sumber re-genetik. “Jadi itu bagian atau tambahan dari tugas kita,” kata Ali Jamil.

Selain itu, Menteri Petanian juga menugaskan Barantan sebagai koordinator untuk akselerasi ekspor. Landasan hukumnya Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) nomor 48. “Itu untuk taspos atau mengenai gugus tugas investasi, peningkatan prestasi dan akselerasi ekspor, khusus karantina itu untuk menangani ekspor,” ujarnya.

Namun, lanjut dia dalam actionnya tidak bisa jalan sendiri, karena Barantan tidak punya tangan atau Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) dalam hal budidaya. Maka di poin itu, tugas Barantan hanya mengkoordinasikan dengan badan atau lembaga lain. “Kita tugaskan direktorat jenderal teknis berkoordinasi dengan kementerian atau badan lembaga lain terkait cerita ekspor,” ungkap Ali.

Dengan begitu, mengenai ekspor, maka Barantan boleh berkoordinasi dengan lintas sektor, misalnya Kementerian BUMN, Bea Cukai, Kementerian Keuangan, Kemen Perindustrian, Kementrian Perdagangan bahkan di kementerian luar negeri. “Ya, karena memang dari tugas pokok dan fungsi (tupoksi), kami ada untuk itu,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.