Mulai 12 Januari 2021 Jalan Jenderal Sudirman Ditutup Kurangi Kerumunan Massa

Cegah Penyebaran Virus Covid-19

0 56

Heibogor.com – Dinas Perhubungan (Dishub), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor bersama Polresta Bogor Kota Selasa (12/01/21) malam mensterilkan Jalan Jenderal Sudirman, Bogor Tengah, Kota Bogor dari aktivitas warga, termasuk lalu lalang kendaraan roda dua dan empat.

Kebijakan tersebut dimulai sejak pukul 19.00 WIB hingga 05.00 WIB. Langkah tersebut diambil sesuai Pembatasan Sosial Berskala Mikro Komunitas (PSBMK) sejak 11 hingga 25 Januari 2021.

Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo didampingi Kabid Lalu Lintas, Dody Wahyudin menuturkan, penutupan tersebut sebagai upaya memecah kerumunan massa yang biasa terjadi di malam hari. Pihaknya saat ini terus melakukan sosialisasi perihal aktivitas yang kerapkali dilakukan oleh warga.

“Kawasan Sudirman banyak titik kuliner dan toko modern yang masih beroperasi melebihi jam malam ini yang harus kami antisipasi karena sesuai instruksi bahwa dilarang berkumpul maupun berkerumun sebagai upaya memutus mata rantai Covid-19,” ujar Eko kepada heibogor.com yang diamini oleh Dody.

Pihaknya pun menyebutkan untuk pengalihan sementara semua kendaraan disarankan untuk melewati Jalan Ciwaringin atau Jalan Dewi Sartika. “Namun disarankan lebih baik jika memang tak ada kepentingan mendesak masyarakat kami imbau di rumah saja karena petugas kami disiagakan di beberapa titik,” tukasnya.

Sementara itu, Camat Bogor Tengah, Abdul Wahid menjelaskan, sterilisasi terhadap Jalan Jenderal Sudirman dilakukan lantaran daerah tersebut kerap menjadi titik kerumunan massa. Padahal, saat ini penularan Covid-19 di Kota Bogor semakin mengkhawatirkan, dengan rata-rata angka positif per hari hingga 70 kasus lebih.

“Akan ada penyekatan jalan sejak pukul 19.00 WIB hingga 05.00 WIB. Pertugas gabungan akan siaga penuh di lokasi dan masih terus dibahas bersama Dishub dan Satlantas Polresta Bogor Kota hal apa saja yang menjadi kendala,” ujar Wahid.

Menurut mantan Camat Bogor Timur itu, penutupan total Jalan Jenderal Sudirman dilakukan dari Simpang Air Mancur hingga Simpang Bogor Permai. Hal itu lantaran di sepanjang jalur tersebut aktivitas warga cenderung ramai sejak petang hingga dini hari.

Ia menegaskan, berdasarkan hasil pantauan selama ini ada beberapa titik yang kerap menjadi pusat kerumunan warga selain di Jalan Jenderal Sudirman, ada juga Jembatan Merah dan Jalan Suryakencana.

Dia menambahkan, bagi mereka yang melanggar PSBMK akan dijatuhi sanksi sesuai Peraturan Wali Kota (Perwali) yang ada. “Hukumannya dimulai dari teguran hingga penutupan tempat usaha selama PSBMK,” imbuhnya.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Dedie A. Rachim menyatakan, dalam PSBMK yang dimulai sejak 11 hingga 25 Januari, selain pembatasan jam operasional, ada juga pelarangan kegiatan sosial budaya serta pengurangan kapasitas tampung di unit usaha.

“Ada hal yang sangat esensial yakni pembatasan mobilitas warga kami akan melakukan penyekatan di beberapa titik yang selama ini berpotensi menjadi titik kerumunan massa,” tutur Dedie.

Sementara untuk titik kerumunan lain selain Jalan Jenderal Sudirman, Dedie mengaku bahwa Pemerintah Kota Bogor tengah melakukan kajian terkait apa yang akan diterapkan. “Masih dikaji untuk titik lain,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.