Kali Pertama Ratusan Tanaman Hias Ikut Kontes Rebutkan Piala Dedie Rachim

0 114

Heibogor.com – Ratusan tanaman hias kali pertama diadakan di Kota Bogor dari berbagai jenis dilombakan pada acara kontes tanaman hias yang diselenggarakan oleh Pasar Tanaman Hias Minaqu Jungle Biotech di pelataran eks Junglefest BNR, Kecamatan Bogor, Selatan, Kota Bogor, Sabtu (9/1/21).

Direktur Minaku Home Nature sekaligus ketua pelaksana acara, Yasmin Sanad menjelaskan, peserta yang mengikuti ajang ini adalah kalangan petani, masyarakat dan penghobi tanaman hias dari wilayah Kota dan Kabupaten Bogor. Bahkan ada juga yang berasal dari Karawang.

“Total peserta yang ikut sebanyak 114 orang. Untuk tanaman hias yang dilombakan kami bagi dalam 3 kategori yaitu kategori anthorium, kaladium dan simonium,” jelasnya.

Untuk juri penilai, sambung Yasmin, karena pesertanya banyak pihaknya menggandeng Kepala DKPP Kota Bogor, ahli pupuk dari Cianjur, pengamat petani, dan media Trubus. Tim juri menilai dari segi penampilan, karakter dan kesehatan tanaman.

Ada tiga pemenang yang akan dipilih sebagai juara dan satu juara harapan. Juara pertama akan mendapat hadiah uang tunai Rp 3 juta plus trofi, juara dua Rp 2 juta plus trofi dan juara tiga Rp 1 juta plus trofi. Sedangkan juara harapan mendapat uang tunai Rp 1 juta dan semua peserta diberikan sertifikat.

“Juga ada doorprize dengan hadian satu buah sepeda motor. Ke depannya akan terus diselenggarakan agar Minaqu ini selalu ada kegiatan,” ungkapnya.

Dikatakan Yasmin, kontes yang memperebutkan piala Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim ini, adalah tindak lanjut dari ide orang nomor dua Kota Bogor itu saat membuka Pasar Tanaman Hias Minaqu Jungle Biotech pada Sabtu (28/11/20) lalu yang mengusulkan adanya kontes tanaman hias.

Menurutnya, saat ini tren tanaman hias lagi tinggi di mana masyarakat di tengah pandemi ini sedang menggemari tanaman hias. Kegiatan kontes ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat dan petani kalau tanaman hias itu memiliki filosofi yakni mengajarkan kesabaran.

“Itu yang kami tuangkan dalam bentuk kontes tanaman hias ini serta Home Nature menjebatani acara ini sehingga masyarakat tahu tanaman yang dia rawat sudah masuk standar apa belum. Masyarakat bisa sabar merawat tanamannya, bisa mengikuti prosesnya dari tanaman kecil hingga besar,” tandasnya.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor Anas S. Rasmana yang menjadi salah satu juri menyampaikan, dalam kontes ini ada empat standarisasi penilaian tanaman hias. Pertama, performance atau penampilan yang dibagi dalam 3 item, terdiri dari kesan/sosok, dimensi dan keserasian antara tanaman dan wadah/pot. Penampilan, memiliki bobot penilaian 30%.

Kedua, kesehatan, terbagi dalam kesehatan secara klinis, fisik dan akar. kesehatan memiliki bobot penilaian 35%. Ketiga, karakter. Secara spesifik terdiri dari karakter bentuk, warna dan tekstur. Karekter memiliki bobot penilaian 25%.

Keempat, kelangkaan, terbagi menjadi 3 hal yaitu kelangkaan usia, spesies/varian dan mutasi. Kelangkaan memiliki bobot penilaian 10%.

Dikatakan Anas, tanaman hias ini baru menggebrak dua tahun kebelakang dan ini merupakan lomba perdana. Memang formulasinya belum standar benar.

“Justru kita sedang mencari standar yang tepat sehingga nanti di festival atau kontes yang lain akan lebih bagus. Saya juga baru menganggarkan dan mengadakan workshop pelatihan serta pembentukan petani urban farming non pangan. Ke depan saya akan berkolaborasi dengan Minaqu Home Nature untuk menjadi pemasok kami dan melatih masyarakat yang ingin mengembangkan dan membudidayakan tanaman hias,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.