Bogor Sambut Baik PSBB Lanjutan, RS Penuh dan WFH Kembali Dioptimalkan

0 62

Heibogor.com – Keputusan pemerintah pusat melakukan pembatasan kegiatan masyarakat atau Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jawa-Bali pada 11-25 Januari 2021 disambut baik oleh Kota dan Kabupaten Bogor.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyambut baik keputusan pemerintah pusat karena harus ada langkah-langkah yang terkoordinasi secara wilayah guna menekan laju penularan virus Corona (Covid-19). “Kita merespon dengan sangat positif. Di Bogor sendiri kita sudah jalan dengan kebijakan -kebijakan itu, tapi sempat kita evaluasi terkait dengan jam operasional,” katanya di kediamannya, Rabu (6/1/21).

Menurutnya, ada beberapa hal yang baru mengenai penerapan pengetatan pembatasan. Pertama adalah jam operasional mal sampai pukul 19.00 WIB. Kedua, pembatasan di rumah makan dan restoran menjadi 25 persen. “Ini artinya lebih sedikit dari (sebelumnya) 50 persen,” ujarnya. Ketiga adalah Work From Home atau WFH dengan tetap melakukan protokol kesehatan secara ketat.

Ia menerangkan, di Kota Bogor tidak ada perubahan karena semua sudah sama dengan kebijakan pemerintah pusat. Namun hanya tiga hal saja yang akan dipedomani lebih lanjut.  “Yaitu tentang WFH, jam operasional mal dan pembatasan rumah makan dan restoran,” jelas dia.

Bima Arya berharap pesan ini sampai ke masyarakat.  Pasalnya, lonjakan kasus Covid-19 masih tinggi dan situasi masih belum terkendali. Bahkan, keterisian rumah sakit penuh. “Jadi masyarakat harus selalu waspada, bahkan semakin waspada, semakin siaga,” tegasnya.

Sementara, saat dikonfirmasi kesiapan rumah sakit darurat Covid-19 dan vaksinasi di Kota Bogor, ia menyatakan akan segera dilaksanakan. “Insya Allah tanggal 18 Januari paling lambat rumah sakit darurat ini siap untuk digunakan. Vaksin tanggal 14 Januari kick off di Kota Bogor, akan difokuskan dulu kepada 60 ribu warga Bogor atau 10 persen dari target penerima di usia produktif,” tukasnya.

Terpisah, Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, secara umum pihaknya belum bisa berkomentar banyak mengenai hal ini. Lantaran Pemkab Bogor belum menerima surat resmi dari pemerintah pusat, kaitan pembatasan kegiatan masyarakat pada Senin (11/1/21) nanti.

Meski begitu, pengetatan kebijakan untuk memuluskan protokol kesehatan, tetap bakal dilakukan pihaknya sepanjang PSBB masih diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. “Pengetatan terus akan kami lakukan. Contohnya saja pada libur Natal dan Tahun Baru kemarin. Itu kan kami lakukan pengetatan dan meminimalisir penyebaran COVID-19,” katanya, Rabu (6/1/21).

Tak hanya itu, pihaknya juga tetap akan menerapkan kewajiban pendatang ke Bogor, untuk membawa surat keterangan sehat berdasarkan hasil rapid tes antigen. “Kita juga akan tetap terapkan surat sehat. Jadi nanti setiap pendatang harus tetap membawa surat keterangan sehat, seperti libur panjang natal dan tahun baru kemarin. Mengingat potensi penyebaran Covid-19 masih tinggi,” ucapnya.

Sementara, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor, Achmad Zaenudin mengaku mendukung penuh program pemerintah pusat tersebut. Mengingat kondisi Covid-19 di Kabupaten Bogor naik 3 persen berdasarkan jumlah kasus positif.

Hal tersebut ditandai dengan okupasi ruang isolasi rumah sakit rujukan COVID-19 di Kabupaten Bogor yang mencapai presentase 91,3 persen. “Dari 970 ruang isolasi penanganan COVID-19 di 29 rumah sakit rujukan, kondisinya sudah terisi 91,3 persen,” ujarnya.

Meski ruang isolasi penanganan covid-19 hampir terisi penuh, Pemkab Bogor masih bisa bernafas lega. Sebab, angka kesembuhan COVID-19 di Kabupaten Bogor tergolong cukup tinggi. “Untuk angka kesembuhan kita cukup tinggi ada di angka 90 persen, dengan rata-rata kasus perhari mencapai 50 sampai 60 kasus baru,” pungkasnya.

(Andi/Mikail)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.