Pembelajaran Tatap Muka Ditunda, Keselamatan Anak dan Guru yang Utama

0 55

Heibogor.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memutuskan untuk menunda Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menyatakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di semua jenjang pendidikan ditunda. Sekolah tatap muka belum dapat dilaksanakan dan hanya bisa dilakukan jika tiga faktor telah terpenuhi.

Tiga faktor yang menentukan proses belajar mengajar tatap muka dilakukan kata Bima, Pertama, kesiapan protokol kesehatan di tiap sekolah yang akan menjalankan tatap muka. Kedua, ada dukungan dari orang tua dan komite sekolah. Ketiga, situasi Covid-19 di Kota Bogor yang sudah terkendali.

“Hanya ketika tiga faktor tadi jika siap PTM bisa dilaksanakan. Keselamatan dan kesehatan anak-anak kita dan guru-guru adalah hal yang utama,” ungkap Bima di Balai Kota Bogor, Selasa (5/1/21).

Bima menerangkan, kajian dan survei sudah dilakukan terkait pelaksanaan sekolah tatap muka. Namun hasilnya, tiga hal tadi belum terpenuhi karena sebagian sekolah belum siap dari segi protokol kesehatan maupun dukungan pihak orang tua. Sementara tren penyebaran Covid-19 di Kota Bogor sedang naik.

Pemkot Bogor sudah melakukan rapat dengan dewan pendidikan, KCD Provinsi, Dinas Pendidikan, Dinkes, Kemenag, badan musyarawah perguruan swasta. Hasilnya, diputuskan bahwa sekolah tatap muka belum dapat dilaksanakan dan hanya bisa dilakukan jika tiga faktor telah terpenuhi. Jika pertengahan tahun virus Covid-19 bisa terkendali, pihaknya bisa lakukan simulasi. Itu baru simulasi belum buka untuk sekolah tatap muka.

“Jadi, ini bukan untuk uji coba. Ini tentang nasib anak-anak kita. Ini sesuatu yang harus dipikirkan secara matang,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.