Rencana Sekolah Tatap Muka Masih Perlu Dikaji Kembali

0 133

Heibogor.com – Wacana sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19 pada 11 Januari 2021 mendatang masih dikaji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Bupati Bogor, Ade Yasin mengatakan, saat ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor masih melakukan kajian terhadap kebijakan sekolah tatap muka awal Januari nanti.

Ade menyebut, pelaksanaan pembelajaran tatap muka nantinya bakal ada dua opsi kepada orang tua siswa. Mengingat belum ada prediksi Covid-19 akan berakhir dan keselamatan siswa menjadi hal utama.

“Pembagiannya ada belajar daring dan luring (tatap muka), silahkan pilih. Karena sistemnya berdasarkan persetujuan orang tua, kalau tidak setuju tidak masalah,” sebut Ade, Senin (28/12/20).

Bilamana orangtua mengizinkan anaknya untuk belajar secara tatap muka. Maka diterapkan skema pembelajarannya dalam satu kelas maksimal 10 orang untuk menghindari kerumunan.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan mengatakan pihaknya bakal menggelar rapat lanjutan bersama Disdik dan instansi terkait.

“Kita akan undang khusus Disdiknya ya untuk membahas rencana itu (belajar tatap muka),” ujar Irwan.

Menurutnya, kebijakan pembelajaran tatap muka dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tersebut diserahkan kembali kebijakannya kepada pemerintah daerah.

“Dari pemerintah pusat menyerahkan kebijakannya ke daerah, disesuaikan dengan kondisi di daerah. Maka ini harus kita matangkan. Apakah nanti kebijakan itu bisa dilaksanakan di seluruh wilayah, atau hanya sebagian,” jelasnya.

Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto berpendapat Disdik Kabupaten Bogor harus berpikir kembali terkait kelebihan dan kekurangan ketika menerapkan pembelajaran tatap muka tersebut.

“Siswa kita memang sudah satu tahun tidak melakukan pembelajaran di sekolah. Tapi pada saat nanti diberlakukan tatap muka pada Januari, saya ingin Disdik sudah menimbang baik dan buruknya,” katanya.

Ia juga meminta agar Disdik Kabupaten Bogor, memantau betul proses yang tatap muka nanti. “Pada saat ini dilaksanakan harus ada evaluasi, jangan dilepas. Kalau efektif silahkan lanjutkan, kalau tidak efektif cari pola baru,” terangnya.

Secara pribadi, politisi Partai Gerindra ini menyarankan agar pembelajaran tatap muka dilakukan dengan melihat kondisi potensi penyebaran di wilayah. Khususnya di beberapa kecamatan yang berstatus sebagai zona merah.

“Makanya saat pembelajaran tatap muka di Januari, kita harus melihat kondisi wilayah, di mana angka Covid-19 rendah mungkin bisa dilaksanakan. Apabila rawan, lebih baik menggunakan sistem pendidikan yang lain,” ungkap Rudy.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.