Ini Kebijakan Satgas Kota Bogor Terkait Natal dan Tahun Baru

0 124

Heibogor.com – Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kota Bogor mengeluarkan Surat Edaran (SE) yang ditandatangani Wali Kota Bogor Bima Arya selaku Ketua Satgas, dengan menekankan pada enam point penting terkait pelaksanaan pengendalian kegiatan masyarakat selama libur hari raya natal 2020 dan tahun baru 2021 dimasa Pandemi Covid-19 di Kota Bogor.

Kepala Bagian Hukum dan HAM, Alma Wiranta mengatakan, hal tersebut mengacu pada SE Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pusat Nomor 3 Tahun 2020 tanggal 19 Desember 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

“Kemudian SE Pemerintah Provinsi Jawa Barat Nomor 204/KPG.03.05/HUKHAM tanggal 21 Desember 2020 tentang Perubahan atas Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 202/KPG.03.05/HUKHAM tentang Pelarangan Perayaan Tahun Baru 2021 dan Pencegahan Kerumunan Massa dan Surat Edaran Wali Kota Bogor Nomor 003.2/4743-Huk.HAM tanggal 8 Desember 2020 tentang Tertib Kegiatan Masyarakat Pada Malam Pergantian Tahun Baru 2020-2021 Dimasa Pandemi Covid-19 Di Kota Bogor,” ungkap Alma, Rabu (23/12/20)..

Alma melanjutkan, ada pun yang menjadi penekanan kebijakan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bogor dalam Surat Edaran Nomor 01/STPC.BGR/XII Tanggal 22 Desember 2020 tersebut adalah merupakan strategi Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) yang diberlakukan sejak tanggal 23 Desember 2020 sampai dengan 8 Januari 2021 adalah sebagai berikut.

“Pertama untuk kegiatan ibadah hari raya natal dilakukan pengaturan pembatasan jumlah dan kapasitas Jemaat oleh pihak Gereja. Kedua meniadakan even atau perayaan hari raya natal dan penggantian malam tahun baru 2021 yang menimbulkan kerumunan,” tuturnya.

Alma menambahkan, poin ketiga jam operasional toko, rumah makan/restoran, cafe, pusat perbelanjaan, swalayan, supermarket, minimarket dan sejenisnya, pada anggal 23, 28, 29, dan 30 Desember 2020 dan pada tanggal 4, 5, 6, 7 dan 8 Januari 2021 diperkenankan sampai pukul 22.00 WIB.

“Untuk 24, 25, 26, 27 dan 31 Desember 2020 dan pada tanggal 1, 2, dan 3 Januari 2021 diperkenankan sampai pukul 19.00 WIB. Poin keempat semua pengunjung di atas usia 12 tahun ke tempat wisata di wilayah Kota Bogor wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen atau Swab-PCR, paling lama 3 x 24 jam,” tambahnya.

Masih kata Alma, poin kelima pembatasan kapasitas pengunjung pusat perbelanjaan, rumah makan/restoran, swalayan, supermarket dan minimarket, toko serta hotel dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas gedung/ruangan, sebagaimana ketentuan yang berlaku. Keenam atau terakhir Satgas penanganan Covid-19 Kota Bogor akan mengenakan sanksi administratif sesuai ketentuan apabila terjadi pelanggaran terhadap protokol kesehatan.

“Kebijakan Satgas ini merupakan penyesuaian terhadap situasional perkembangan terkini di Jabodebek dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Bogor, dan nantinya dalam pemantauan, pengawasan, penindakan dan evaluasi melalui Pos Pencegahan Covid-19 Terpadu yang melibatkan semua stakeholder agar kepatuhan prokes berjalan maksimal, aturan yang berlaku menggunakan Peraturan Wali Kota Nomor 107/2020 tentang pengenaan sanksi administrasi dan Perwali Kota Bogor Nomor 110/2020 tentang PSBMK,” bebernya.

Alma menjelaskan, protokol kesehatan umum dan protokol kesehatan khusus yang diberlakukan diharapkan sejalan dengan tidak menghambat perekonomian. “Oleh karenanya kebijakan yang dikeluarkan ini dapat dikomunikasikan dengan instansi terkait terutama yang mengatur sektor jasa usaha,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.