PHRI Nilai Kebijakan Harus Tes Antigen Nginap di Hotel Dinilai Terlalu Dadakan

0 85

Heibogor.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengeluarkan kebijakan bagi wisatawan yang akan menginap di hotel/resort/cottage kawasan Kabupaten Bogor untuk membawa hasil negatif tes rapid antigen pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Menanggapi hal tersebut, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor menilai kebijakan tersebut dikeluarkan dalam waktu yang relatif dekat dengan waktu Natal dan Tahun Baru. Sehingga pihak PHRI Kabupaten Bogor sempat keteteran untuk menerapkan kebijakan tersebut.

Wakil PHRI Kabupaten Bogor, Boboy Ruswanto menyebut kebijakan itu harusnya dibuat jauh-jauh hari agar selaras dengan pemberlakuan protokol kesehatan. “Jadi masyarakat sudah bisa beradaptasi dengan aturan tersebut tidak terkesan dadakan. Aturan dibuat hanya karena ada hari libur, dibuat karena akan ada penumpukan orang berwisata,” kata Boboy kepada heibogor.com, Rabu (23/12/20).

Menurutnya dalam penerapan aturan yang masih terbilang kemarin sore ini, pihaknya tetap menerapkan aturan tersebut dan sudah mensosialisasikan aturan baru itu kepada setiap pengunjung. Sementara bagi pengunjung yang sudah memesan kamar sebelum peraturan berlaku, terpaksa harus mengikuti aturan tersebut.

“Walaupun sudah ada beberapa tamu yang terpaksa membatalkan kegiatan iburannya karena aturan rapid tersebut,” sambungnya.

Hal ini tentunya akan berdampak terhadap penurunan okupansi ruang penginapan pada libur panjang nanti. Di mana para wisatawan harus berpikir kembali untuk berlibur dan merogoh kocek lebih dalam.

Boboy mencatat pada perayaan libur Nataru tahun lalu, dalam periode yang sama angka pemesan penginapan minimal mencapai 60% hingga 80%. Lain halnya dengan tahun ini yang masih dalam pandemi Covid-19 sekaligus aturan membawa hasil Rapid Antigen, pihaknya hanya menargetkan okupansi maksimal 40%.

“Tentu sangat berdampak bagi kami, kita siap menghadapi penurunan hunian atau pengunjung karena tidak semua pengunjung bersedia membawa surat rapid tersebut. Tapi kita masih optimis, libur Nataru ini masyarakat sudah mempersiapkan jauh-jauh hari untuk berlibur. Karena untuk tahun baru sendiri masih ada waktu,” paparnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.