DPS Minta Belajar Tatap Muka Dimulai Jenjang Tingkat SMA

Angka Covid-19 Masih Tinggi

0 123

Heibogor.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tidak memulai Pembelajaran Tatap Muka (PTM) diawal tahun 2020 nanti. Melihat masih tingginya angka Covid-19 di Kota Bogor yang diprediksi masih bakal berlangsung hingga Januari 2020.

Diungkapkan oleh Anggota Panitia Khusus (Pansus) penanganan dampak Covid-19 Kota Bogor, Devie Prihatini Sultani (DPS), kalaupun pembelajaran tatap muka tetap harus dijalankan, ia mengusulkan tingkat SMA didahulukan untuk pilot projectnya.

“Untuk sekolah tatap muka atau PTM sudah kita dipertanyakan tadi dalam rapat. Mulai dari tehnis pelaksanaannya kemudian kapasitas ruangan. Sehingga ada yang bisa menjamin tidak akan ada klaster anak sekolah,” kata anggota Komisi IV dari Fraksi Nasdem ini, usai rapat pembahasan dengan Pemkot Bogor di ruang Paripurna DPRD Kota Bogor, Senin (21/12/20) sore.

Anggota DPRD yang akrab disapa DPS ini mengaku, secara pribadi dirinya memiliki sedikit perbedaan pandangan dengan anggota lain yang ingin PTM tetap digelar diawal tahun. Menurutnya, kalau mau tetap dijalankan harus dipersiapkan sebaik mungkin oleh pemkot baik itu untuk tingkat SMA, SMP maupun SD.

“Saya rasa sekarang ini pemkot Bogor sudah cukup baik penanganannya. Yang pasti kami akan terus berkomunikasi dengan pemkot Bogor dan Disdik untuk mengatur skemanya apakah per kecamatan yang zona hijau atau bagaimana. Selain itu, harus juga ada izin orang tua, komite sekolah dan persyaratan lainnya,” terangnya.

DPS mengungkapkan, banyak keluhan dari masyarakat terkait pembelajaran jarak jauh ini. Banyak yang bilang ‘daring jadi darting’ karena orang tua ada peran lebih dalam pembelajaran. “Maka dari itu, untuk keamanan tetap PJJ tetapi harus ada inovasi kreatif yang baru dari Disdik. Kalau yang kemarin seluruh dunia kaget dengan kondisi ini, tapi sekarang kan sudah mulai lebih kondusif,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, setelah rapat dengan dewan, tim pansus akan menganalisis data-datanya. Salah satunya adalah PTM. Dewan ada yang setuju dan ada yang tidak untuk PTM.

“Prioritas mana yang bisa dilakukan tatap muka nanti akan diputuskan lebih lanjut. Tapi utamanya adalah bagaimana kita menekan penyebaran Covid-19 secara maksimal dengan tingkat penularan yang minimal. Untuk PTM, kami memberikan keleluasaan kepada Dinas Pendidikan untuk mempersiapkan skenario yang akan dilakukan,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.