Kotq Bogor Raih Penghargaan Pemerintah Daerah Terinovatif

0 73

Heibogor.com – Pemerintah Kota Bogor meraih penghargaan sebagai pemerintah daerah terinovatif dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam penganugerahan Innovative Government Award (IGA) 2020 di Hotel Sultan Jakarta, Jumat (18/12/2020).

Penghargaan yang diserahkan oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri, Muhammad Hudori ini diterima oleh Wali Kota Bogor, Bima Arya dan disaksikan langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian.

Penghargaan ini sekaligus melengkapi penghargaan yang sama tahun sebelumnya. “Artinya inovasinya sudah melembaga dan sudah menjadi budaya. Jadi saya mengapresiasi teman-teman ASN Kota Bogor yang berhasil mempertahankan tradisi inovasi ini,” ungkap Bima Arya.

Bima berharap, inovasi yang sudah menjadi tradisi dan sudah menjadi budaya di kalangan ASN Pemkot Bogor ini terus tercipta sebagai upaya memberikan pelayanan publik yang maksimal dengan cara-cara inovatif.

“Mudah-mudahan tidak langkah mundur. Dan tantangan ke depan khususnya di 2021 nanti adalah bagaimana kita harus terus berinovasi dalam pelayanan publik khususnya terkait dengan penangan Covid-19. Perlu inovasi-inovasi di lapangan dalam penanganannya,” jelas Bima.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor Hanafi menjelaskan, di tahun 2020 ini Pemkot Bogor sudah melahirkan sedikitnya 64 inovasi dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Pemda punya kewajiban untuk melayani masyarakat. Melayani itu ada dua, yakni melayani dalam administratif dan melayani dalam program kegiatan. Semuanya tujuannya sama, yaitu mempermudah pelayanan kepada masyarakat. Tahun ini ada 64 inovasi yang sudah dibuat oleh teman-teman OPD,” kata Hanafi.

Bagi Hanafi, penghargaan dari kemendagri ini sangat memotivasi pemerintah daerah, terlebih dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini. “Dengan kondisi yang tidak kondusif dan situasi yang tidak pasti ini, kita harus tetap mengambil keputusan. Salah satunya dengan cara berinovasi,” terangnya.

Ia berharap, pada 2021 nanti ada pola-pola terbaru yang dilahirkan oleh para OPD. “Jadi yang kita hasilkan hari ini saya akan evaluasi dengan OPD terkait dengan kira-kira yang terkendala kemarin itu apa, yang harus dilakukan oleh OPD itu seperti apa. Kita akan evaluasi semuanya. Dengan harapan 2021 kita lebih inovatif dengan pola-pola terbaru. Karena apapun alasannya, kita harus tetap melayani masyarakat di situasi apapun,” pungkas Hanafi.

Sebelumnya, dalam sambutan Mendagri Tito Karnavian dijelaskan bahwa Pemerintah Daerah harus menciptakan iklim yang kompetitif di bidang inovasi. Terutama inovasi dalam pelayanan publik. Terlebih saat ini dunia bergerak dengan dinamis. Globalisasi di segala bidang menuntut setiap negara untuk berinovasi.

Menurut Mendagri, Kemendagri sesuai tugas pokok dan fungsinya adalah sebagai pembina dan juga pengawas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Tentu Kemendagri ingin agar pemerintahan di daerah dapat berjalan dengan baik.

“Salah satunya adalah dengan cara menciptakan iklim yang kompetitif antara satu pemerintahan daerah dengan pemerintahan daerah lainnya antar provinsi antar kota antar kabupaten,” ujar Tito.

Tito berharap ajang Innovative Government Awards (IGA) ini dapat memacu daerah-daerah yang kurang inovatif agar termotivasi dalam membangun daerahnya, terutama yang berkaitan dengan pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, ataupun penyelenggaraan urusan pemerintah daerah.

“Jadi saya sampaikan inovasi ini jangan hanya diberikan kepada mereka yang mendapatkan, tapi juga buat indeks dari yang rankingnya tertinggi antar provinsi, antar kota, antar kabupaten, sampai yang terendah, dan umumkan ke publik, sehingga yang kurang inovatif ini atau tidak ada datanya, tidak ada inovasi dia juga memiliki rasa malu karena publik daerahnya akan menilai siapa dia dan itu akan membuat dia terbangun, termotivasi,” ujarnya.

Daerah-daerah yang sulit berinovasi, kata Tito, memiliki berbagai macam persoalan, terutama menyangkut kemampuan memanfaatkan dan mengembangkan peluang yang ada. Untuk itu, diperlukan leadership yang kuat untuk mengelola segenap sumber daya yang ada, agar bersama-sama mengembangkan terobosan. Tak kalah penting, kemampuan entrepreneurship atau kewirausahaan juga sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai permasalahan itu.

Pada tahun ini, ajang IGA 2020 diikuti dengan tingkat partisipasi sebesar 89,3 persen atau 484 daerah. Pemerintah Provinsi yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 34 daerah atau 100 persen, kemudian pemerintah daerah kabupaten sebanyak 360 daerah atau 86,7 persen, dan pemerintah kota sebanyak 90 daerah atau 96.7 persen, dengan jumlah inovasi yang terlaporkan sebanyak 14.897 inovasi atau meningkat sebesar 85 persen dari tahun sebelumnya tahun 2019 yakni sebesar 8.014 inovasi.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.