Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Pria Asal Gunung Sindur

0 40

Heibogor.com – Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan pria bersimbah darah warga Kampung Kareo RT 1 RW 5, Desa Cibadung, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Ternyata, pelaku pembunuhan berjumlah 2 orang berinisial A (48) dan anaknya F (28). Kedua pelaku berhasil ditangkap usai melarikan diri selama 8 hari karena tega menghabisi nyawa korban I (48) pada Rabu (2/12) malam sekitar pukul 19.30 di rumahnya.

“2 Tersangka pembunuhan ini berhasil kami bekuk di Cisaat, Sukabumi pada hari Kamis (10/12),” kata Kapolres Bogor, AKBP Roland Rolandy, Kamis (17/12/20).

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya sebilah pedang, satu buah kayu, pakaian korbab dan satu unit sepeda motor. Roland mengungkap motif pelaku tega membunuh korban karena diketahui keduanya sempat memiliki masalah pribadi, sebelum akhirnya pelaku menghabisi korban.

“Pelaku membawa pedang kemudian membacok korban di bagian leher, membacoknya sekali. Kemudian datang lagi anaknya, pelaku kedua (F) dia menusuk korban menggunakan golok,” ungkap Roland.

“Dibacok pelaku pertama belum meninggal, sudah berdarah. Datang pelaku kedua ditusuk dan korban meninggal di tempat,” tambahnya.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dikenakan pasal 340 dan atau pasal 338 dan atau Pasal 351 ayat (3) dan atau pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 tahun 1951, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

Sebelumnya, seorang pria di Kampung Kareo, Desa Cibadung, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor ditemukan tewas terkapar bersimbah darah di depan rumahnya.

Menurut informasi, pria berinisial I tersebut dibunuh dengan cara dibacok dibagian leher oleh pelaku yang diduga merupakan orang dekat dengan istrinya akibat dendam pribadi sejak lima bulan lalu.

“Iya (dendam pribadi), waktu lima bulan lalu istrinya dibawa jalan semalaman sama si pelaku. Begitu pulang pelaku didatangi sama si I, akhirnya si I dipukul pelaku sempat cek-cok,” kata saudara korban, Oca Suwita kepada wartawan, Kamis (3/12/20) lalu.

Rabu (2/12/20) malam, lanjut Oca, setelah korban selesai melaksanakan shalat Isya pelaku kembali mendatangi korban dengan adanya pertikaian. Korban mengalami luka parah di bagian leher akibat sayatan senjata tajam. Korban tewas di lokasi saat dicek.

“Si I korban barangkali mau minta maaf, bukannya dimaafkan akhirnya diperalat sama pelaku dengan anaknya (pelaku) yang laki-laki, ada dua orang,” jelas Oca.

Meski tidak mengetahui betul oleh siapa korban dibacok, namun besar dugaan Oca merujuk kepada dua orang tersebut. “Entah yang bantai (bacok) seorang atau dua orang, cuman kita lihat sekarang yang kabur dua orang,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.