Peredaran Narkoba Marak Lewat Paket Pengiriman Barang  

0 45

Heibogor.com – Pandemi Covid-19 rupanya tidak membuat bisnis barang haram terdampak atau bahkan menurun tingkat penjualannya. Bisnis Narkoba selama masa pandemi Covid-19 justru memiliki modus tersendiri dalam pengedarannya hingga ke berbagai kota.

Kasi Pemberantasan Narkoba pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor, AKBP Supeno mengungkap hampir satu tahun belakangan pengedaran narkoba digandrungi dengan modus paket pengiriman barang. “Masih digandrungi justru sekarang pengedaran narkoba mulai banyak dengan modus pengiriman paket, banyak yang bermain (mengedar) melalui paket yang tren,” kata Supeno, Selasa (15/12/20).

Setiap pengedar biasa mengirim barang haram tersebut ke sejumlah kota besar, termasuk wilayah Bogor. Tak tanggung-tanggung hampir seluruh jasa pengiriman barang ternama hingga Kantor Pos sempat diselundupkan narkoba di dalam paketnya. Biasanya pengirim menuliskan paket makanan untuk mengelabui petugas.

“Dikirimkan narkoba jenis sabu, ganja dan tembakau sintetis. Modusnya langsung pakai paket biasa, barang apa digabung dengan makanan seperti kerupuk dalam kotak paket. Ada juga narkobanya dalam makanan, disebut paket makanan,” ungkap Supeno.

Meskipun demikian, teknologi canggih control delivery ternyata tidak dapat dikelabui oleh pengedar. Biasanya barang-barang yang dicurigai terkandung narkoba sudah melalui tahap pengecekan sebelum dikirim ke pemesan. Untuk kemudian berkoodinasi dengan pihak terkait.

“Iya, justru kita menggunakan contol delivery. Jadi setelah mau di kirim ke beberapa tempat, sudah dilakukan pengecekan, kontrol semua di pusat. Karena control delivery itu pusat yang menangani langsung yang di pengedarnya, untuk kami menangani yang bersangkutan ‘nih Bogor ada 2 paket nih’. Saya yakin itu adalah barang baru untuk dilakukan pengejaran,” paparnya.

Belakangan, barang haram yang kerap dikirimkan melalui paket tersebut berasal dari wilayah Sumatera seperti Lampung, Padang hingga beberapa kali dari Aceh. Selama 2020 sendiri BNNK Bogor berhasil meringkus 12 tersangka jaringan narkoba dari 8 kasus.

“Kita limpahkan ke Polresta Bogor sebanyak 3 kasus dengan 5 orang tersangka dan 2 orang di limpahkan ke Polres Bogor. Barangbukti yang diamankan tidak banyak, kita utamakan pencegahan memberantas jaringan narkoba,” jelasnya. Supeno menyebut selama 2020 jumlah tersangka jaringan pengedar narkoba naik dari tahun sebelumnya. Namun untuk barang bukti jumlahnya berkurang dari tahun sebelumnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.