Satreskrim Polresta Bogor Kota Diminta Profesional Tangani Empat Kasus Pidana

0 94

Heibogor.com – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Keadilan Bogor Raya (KBR) meminta pihak Kepolisian untuk bertindak profesional dalam menangani empat kasus pidana yang telah dilaporkan kepada pihak Polresta Bogor Kota.

Empat laporan polisi tersebut merupakan rangkaian dari adanya kasus penganiayaan terhadap Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan warga setempat yang dilakukan oleh seorang oknum Brimob berinisial DD, beserta keluarganya. Hal ini diungkapkan Sugeng Teguh Santoso, pendiri sekaligus pembela umum LBH KBR saat menggelar konferensi pers di Joglo Keadilan, Jalan Parakan Salak 1, Desa Kemang, Kabupaten Bogor, Jumat (11/12/20).

Dalam konpers tersebut, Sugeng Teguh Santoso menjabarkan, kasus penganiayaan terhadap PRT berinisial RM dan SH tersebut terjadi di komplek Brimob, Sukasari RT 01 RW 03 Kelurahan Lawanggintung, Kota Bogor. Dalam perkara ini, muncul empat laporan yaitu;
1) Kasus Penganiayaan Istri dan Anaknya yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dengan Laporan Polisi Nomor : LP/137/111/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA tertanggal 03 Maret 2020 ayas nama Sdri Rodiah;
2) Kasus ITE dengan Laporan Polisi Nomor : LP/150/111/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA tertanggal 15 Februari 2020;
3) Kasus pengancaman yang dilakukan Bapak Dominggus Dacosta dengan Laporan Polisi Nomor : LP/138/111/2020/Jbr/Resta Bgr Kota tertanggal 06 Maret 2020 atas nama Sdri. Flora Wermasubun;
4) Kasus Penganiayaan yang dilakukan oleh Bapak Dominggus Dacosta dengan Laporan Polisi Nomor : LP/535/X/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA tertanggal 1 Oktober 2020 atas nama Sdr. Decky Wermasubun.

Ia mengungkapkan, dari penuturan para korban (klien) serta bukti yang ada, terkesan pihak Satreskrim Polresta Bogor Kota telah bertindak tidak profesional. Salah satunya adalah dengan menahan Rey Renaldo, yang dilaporkan terkait kasus ITE karena mengupload keluhan penganiayaan terhadap PRT.

Padahal ancaman hukumannya cuma 4 tahun penjara dan dalam KUHAP itu tidak boleh dilakukan penahanan. Sementara penganiayaan berat yang dilakukan saudara DD oknum Brimob, bisa diancam 5 tahun penjara tapi belum dilakukan penahanan.

“Saya meminta pihak Polresta Bogor Kota bertindak profesional dalam menangani 4 laporan polisi ini, sehingga tidak membuat potensi terjadinya konflik horizontal,” ucap Sugeng.

Sugeng meneruskan, ke empat perkara pidana tersebut saat ini telah dikuasakan kepada tim hukum LBH KBR. Pihaknya juga telah mengirim surat resmi kepada Propam Polda Jabar untuk memantau penanganan 4 kasus pidana oleh Satreskrim Polresta Bogor Kota tersebut.

“Kami juga sedang mempersiapkan pra peradilan atas penahanan yang dilakukan Satreskrim Polresta Bogor Kota kepada saudara Ray Renaldy,” ungkapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.