Inovasi Unik Mumuh Munadji Budidaya Tanaman dengan Teknik Serbuk Serabut Kelapa

0 315

Heibogor.com – Bagi yang suka bercocok tanam, ada cara sederhana untuk membudidayakan dan merawat tanaman. Cara yang digunakan adalah memakai sistem Veltikurtur Babe dengan sistem Dutch Bucket System (DBS). Meski teknik hidroponik ini relatif sederhana, tetapi panen yang dihasilkan sangat memuaskan.

Apa itu Veltikurtur Babe? Ini adalah teknik bercocok tanam hidroponik yang ditekankan pada sirkulasi dan efesiensi penggunaan air. Air nutrisi tersebut dialirkan secara periodik selama waktu tertentu dan diatur sesuai dengan keinginan.

Inovasi ini, diciptakan oleh Mumuh Munadji dan sudah ia aplikasikan di halaman pekarangan rumahnya di Gg.Gotong Royong, Cilendek, Kota Bogor. Anggota Kohibora ini mengungkapkan, peralatan yang diperlukan untuk membuat Veltikurtur Babe ini yaitu selang, ember, pipa, pompa air, dan wadah plastik bekas cat. Maksudnya memanfaatkan barang bekas (babe).

Inovasi vertikurtur diciptakan oleh Mumuh Munadji dan sudah ia aplikasikan di halaman pekarangan rumahnya di Gg.Gotong Royong, Cilendek, Kota Bogor. Andi/heibogor.com

“Jadi, dalam sistem ini nutrisi diberikan secara menetes. Saya coba-coba beberapa kali, ini yang pas. Saya namakan inovasi ini Veltikurtur Babe dengan sistem DBS,” terang pensiunan PT Telkom ini saat ditemui di kediamannya, Senin (7/12/20).

Ia menjelaskan, Veltikurtur Babe ini, tidak menggunakan tanah untuk media tanamnya sebagaimana umumnya bercocok tanam. Sebagai gantinya, ia menggunakan cocopite (serbuk serabut kelapa) yang ditempatkan dalam wadah bekas cat.

Wadah itu kemudian diberi empat lubang yang masing-masing lubangnya berukuran 7 sentimeter dengan jarak antar lubang 10 sentimeter. Pada bagian bawah diberi hidroton sama ziolite yang fungsinya menyaring cocopite yang ikut terbawa air nutrisi.

“Untuk wadah yang saya pakai ini, saya buat empat lubang karena kalau terlalu rapat nanti perkembangan akar akan terganggu. Bisa juga dibuat delapan lubang tapi nanti terlalu berdesakan dan perkembangan akar bisa terhambat,” terangnya.

Untuk jenis tanaman yang bisa ditaman, lanjutnya, bisa tanaman sayur atau buah. “Di sini saya menanam sayuran selada, bayam merah, samhong dan caisin. Untuk buah, bisa cabai dan tomat juga bisa. Saya juga coba anggur dengan sistem tetes seperti ini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kelebihan dan kekurangan menggunakan Veltikurtur Babe ini tidak jauh berbeda. Kelebihan Veltikurtur Babe di sini, nutrisi itu tertampung di cocopite dan seandainya listrik mati cocopite masih menampung nutrisi karena dia sifatnya bisa menampung. Jadi, aman untuk tanaman,” jelasnya.

Peralatan yang diperlukan untuk membuat Veltikurtur Babe ini yaitu selang, ember, pipa, pompa air, dan wadah plastik bekas cat. Maksudnya memanfaatkan barang bekas (babe). Andi/heibogor.com

Untuk perawatan, sambungnya, cukup perhatikan pada bagian selang karena di situ biasa tersumbat oleh lumut. Untuk membersihkannya bisa pakai lidi agar aliran airnya kembali lancar. Kemudian ketersediaan tandon penyimpan nutrisi diperiksa dan tidak kalah penting bagi orang hidroponik itu mengukur part per milion (PPM) nutrisi sesuai standar.

Untuk pertumbuhan tanaman juga sama.  Menurutnya, sistem apapun yang dipakai itu tergantung perhatian dari penanamnya. Tanpa perhatian tanaman akan susah tumbuh dan berhama. “Jadi, untuk sistem Veltikurtur Babe ini, jika ditinggikan lebih bagus tapi harus didukung pompa yang memiliki daya semprot lebih tinggi. Mudah-mudahan inovasi saya ini bisa ditiru sama teman-teman di Kota Bogor dalam mendukung Bogor Berkebun yang dicanangkan oleh Pak Bima tanggal 4 Desember kemarin,” harapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.